Menlu Sugiono Ungkap Alasan Pemerintah Ucap Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei Lewat Surat

Menteri Luar Negeri Sugiono dari New York, 26 September 2025. Youtube/MoFA Indonesia
Menteri Luar Negeri Sugiono dari New York, 26 September 2025. Youtube/MoFA Indonesia
0 Komentar

MENTERI Luar Negeri, Sugiono, mengungkap alasan pemerintah menyampaikan bela sungkawa atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamaeni, hanya melalui surat. Sugiono mengatakan, pilihan mengucapkan lewat surat agar menjadi lebih resmi.

“Saya kira ya media surat lebih resmi ya,” kata Sugiono usai menghadiri Buka Bersama Partai Demokrat di Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Sugiono menyampaikan bahwa ucapan belasungkawa terhadap pemimpin negara dapat disampaikan secara terbuka di hadapan publik maupun secara tertutup melalui surat seperti yang dilakukannya.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

“Ya kan kita menyampaikan rasa duka itu bisa lewat apa saja ya. Bisa lewat media apa saja,” terangnya.

Di hari yang sama, Sugiono menyerahkan surat resmi dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Surat tersebut berisi ungkapan belasungkawa yang mendalam dari pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Surat tersebut diberikan saat Sugiono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

“Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyatakan belasungkawa terdalam Indonesia atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei,” Sugiono melalui keterangan resminya di akun X @Menlu_RI.

Dalam keterangan pers tersebut, Sugiono menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian di panggung global, sekaligus menjaga hubungan bilateral yang erat dengan Iran di masa-masa sulit pasca-kehilangan pemimpin tertinggi mereka.

“Saya menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi,” ujarnya.

0 Komentar