Dubes Iran untuk Indonesia Paparkan Soal Isu Adanya Infiltrasi Asing di Internal Pemerintahan Iran

Dubes Iran untuk Indonesia Paparkan Soal Isu Adanya Infiltrasi Asing di Internal Pemerintahan Iran
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi
0 Komentar

“Tentu negara saya telah dipukul oleh para pengkhianat yang pernah ada dan sedang ada. Tetapi kami telah belajar banyak dari hal-hal tersebut. Kita harus meyakini secara bersama bahwa pihak yang berkhianat merupakan pihak yang tidak mungkin memberikan dukungan langsung dan nyata kepada pihak di mana dia berafiliasi,” jelas Boroujerdi.

Boroujerdi juga memaparkan modus operandi yang sering digunakan oleh para pengkhianat, yakni dengan memicu polarisasi dan perbedaan pendapat di tengah umat Islam. Hal ini dipandang sebagai upaya sistematis untuk meruntuhkan persatuan yang seharusnya menjadi tameng bagi dunia Islam.

“Tetapi dia melakukan langkah-langkah lain sebagai dukungan, yaitu menyebarluaskan perbedaan pendapat antara berbagai barisan dan golongan dunia Islam. Ketika persatuan diperlukan oleh umat Islam, pihak pengkhianat ini mencoba untuk melakukan pengkotak-kotakan dan mengelompokkan dunia Islam. Dan pengkhianat adalah musuh bersama seluruh negara Islam dan seluruh negara dunia,” paparnya.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Sebagai penutup, ia menganalogikan persatuan dunia Islam sebagai atap sebuah rumah yang melindungi seluruh penghuninya tanpa membedakan latar belakang mazhab. Ia memperingatkan bahwa jika atap persatuan tersebut runtuh akibat pengkhianatan, maka seluruh elemen di dalamnya akan menjadi korban.

“Apabila terdapat sebuah atap di atas sebuah rumah yang roboh, semua orang yang berada di bawah atap tersebut akan menjadi korban. Atap yang sedang roboh ini tidak menyaring apakah Anda bergolongan mazhab Syiah, Ahlussunnah wal Jamaah, Maliki, Hanafi, Syafii, dan lain sebagainya. Atap yang saya maksud adalah Islam,” paparnya.

“Dan dunia Islam adalah pihak yang berada di bawah atap ini. Dan persatuan menjadi atap yang berada di atas dunia Islam. Apabila atap persatuan roboh, maka dia akan menjadikan semua pihak dan golongan yang berada di Islam sebagai pihak yang menjadi korban,” tutup Boroujerdi.

0 Komentar