NEGARA-negara Teluk bertekad untuk membela diri terhadap serangan Iran, termasuk dengan “membalas agresi” jika perlu. Hal ini disampaikan setelah Gulf Cooperation Council (GCC) mengadakan pertemuan melalui tautan video pada hari Minggu (1/3) waktu setempat untuk merumuskan respons terpadu.
Para menteri luar negeri dari enam negara GCC — Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait, yang semuanya telah mengalami serangan balasan Iran — “meninjau kerusakan luas yang diakibatkan oleh serangan Iran yang berbahaya” dan membahas langkah-langkah untuk memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.
Negara-negara Teluk tersebut “akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta untuk melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk merespons agresi,” demikian pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan tersebut, dilansir Al Arabiya dan AFP, Senin (2/3/2026).
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Pernyataan itu juga menyerukan “penghentian segera serangan-serangan ini,” dan menambahkan bahwa stabilitas “kawasan Teluk bukan hanya masalah regional, tetapi pilar fundamental stabilitas ekonomi global.”
Iran mulai menembakkan rudal dan drone ke berbagai target di seluruh kawasan Teluk setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan AS dan Israel tersebut. Trump menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai “kesuksesan”.
“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” kata Trump dalam wawancara dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).
Trump mengklaim kesuksesan secara keseluruhan dalam perang tersebut, yang diluncurkan pada Sabtu (28/2) waktu setempat, dengan tujuan menyingkirkan kepemimpinan Iran dan menghancurkan militer negara tersebut.
Menurut Trump, situasi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran itu “sangat positif”.
“Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal,” ucap Trump dalam wawancara terpisah dengan media AS lainnya, CNBC.
“Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif,” tandasnya.
