PENEMBAKAN massal yang diduga terkait sentimen pendukung Iran terjadi di Austin, ibu kota negara bagian Texas, Amerika Serikat (AS), Minggu (1/3) dini hari waktu setempat.
Dalam peristiwa penembakan massal di sebuah bar itu, setidaknya ada tiga orang tewas, dan 14 terluka. Kepala Polisi Austin, Lisa Davis, menyatakan salah satu korban tewas adalah tersangka penembakan yang dilumpuhkan polisi.
Dia menerangkan aksi penembakan massal itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat di Buford’s Backyard Beer Garden yang berada di pusat kota Austin.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Menurut Davis, pelaku awalnya menembakkan pistol dari dalam mobilnya ke arah para pengunjung bar. Ia kemudian memarkir kendaraan, keluar sambil membawa senapan, dan kembali melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang melintas.
“Tiga petugas kami membalas tembakan dan menewaskan tersangka,” ujar Davis. Ia menyebut insiden tersebut sebagai “tragedi yang sangat memilukan.”
Dari 14 korban luka, tiga di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Adapun motif pelaku penembakan, saat berita ini ditulis, pihak kepolisian tak menjawab. Davis hanya mengatakan bahwa agen biro federal investigasi (FBI) sudah turun tangan untuk menyelidiknya.
“Mitra federal kami ada di sini, begitu juga pihak lain, dan ini akan menjadi situasi yang membutuhkan waktu beberapa jam untuk diproses,” katanya.
Agen khusus FBI, Alex Doran, mengatakan bahwa motif penyerangan belum dapat dipastikan. Namun, ia menyebut terdapat ‘indikasi pada subjek dan di dalam kendaraannya yang menunjukkan kemungkinan adanya kaitan dengan terorisme’.
“Sampai saat ini kami hanya dapat menyampaikan bahwa ini berpotensi sebagai tindakan terorisme,” ujar Doran.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Sementara itu, kelompok pemantau ekstremisme berbasis di Amerika Serikat, SITE Intelligence Group, telah berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai Ndiaga Diagne, warga negara AS keturunan Senegal.
Menurut organisasi tersebut, pelaku diduga pernah mengunggah konten di media sosial sejak 2017 yang menunjukkan ‘sentimen pro-rezim Iran; serta kebencian terhadap kepemimpinan Israel dan AS. Ia juga disebut pernah mengunggah foto dirinya memegang senjata api yang diduga senapan serbu.
Anggota DPR AS dari Partai Republik, Chip Roy, turut mengunggah foto terduga pelaku di platform X. Dalam foto tersebut, pria itu terlihat memegang senapan.
