KORPS Garda Revolusi Iran (IRGC) seperti dikutip Al Mayadeen, pada Senin (2/3/2026) mengumumkan bahwa rudal mereka berhasil menghantam kantor Perdana Menteri Israel. Namun demikian, IRGC belum memastikan apakah Benjamin Netanyahu ikut menjadi korban dalam gelombang serangan ke-10 itu.
“Kantor dari rezim zionis kriminal Perdana Menteri dan lokasi dari Komandan Angkatan Udara dari rezim angkatan bersenjata ini menjadi target dan terhantam parah oleh serangan kejutan rudal Kheibar dari gelombang ke-10 angkatan bersenjata Republika Islam Iran,” demikian keterangan resmi IRGC dikutip The Cradle.
Dalam kalimat selanjutnya, IRGC mengatakan, “Nasib dari Perdana Menteri dari rezim zionis belum diketahui. Serangan sukses rudal Iran ke wilayah pendudukan dalam gelombang ke-10 fokus pada kantor pemerintahan rezim zionis; capaian dari serangan dan informasi tambahan akan diumumkan kemudian.”
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Iran sejak Ahad (1/3/2026) mengintensifkan serangan ke kota-kota di Israel. Dilaporkan Anadolu kemarin, tujuh orang mengalami luka dan satu dalam kondisi kritis setelah rudal menghantam Yerusalem.
Ledakan besar terdengar di Yerusalem saat rudal-rudal menghantam kota itu. Ambulans dalam jumlah besar segera mendatangi lokasi-lokasi yang dihantam rudal tak lama setelah serangan terjadi.
Pada Ahad pagi, setidaknya lima ledakan terdengar di Yerusalem, Tel Aviv, dan area sekitarnya. Ledakan kuat juga terdengar di utara kota Haifa, menurut saksi mata.
Channel 12 Israel melaporkan bahwa suara sirene terdengar di beberapa wilayah di timur Israel setelah serangkaian rudal diluncurkan dari Iran. Sirene lain kemudian juga diaktifkan di bagian utara Israel. Channel 12 Israel juga melaporkan bahwa serpihan-serpihan rudal Iran jatuh di dekat Tel Aviv.
Harian Yedioth Ahronoth melaporkan material kerusakan ditemukan dan gedung-gedung rusak terdampak hantaman serpihan rudal Iran di Tel Aviv. Sirene kemudian menyala lagi Dimona, Negev, kawasan Laut Mati, dan sebagian wilaya selatan Israel.
Layanan ambulans Israel menyatakan bahwa beberapa orang mengalami luka saat menuju ke tempat perlindungan di kawasan Tel Aviv raya. Sementara laporan lembaga penyiaran KANmenyebut bahwa pemerintah memperpanjang status darurat nasional hingga 12 maret.
Layanan ambulans Israel juga mengumumkan jumlah korban tewas akibat serangan rudal Iran di kota Beit Shemesh, Yerusalem barat meningkat menjadi sembilan orang. Sehingga, total korban tewas di seluruh Israel menjadi 12 dan 500 lainnya mengalami luka sejak Iran memulai serangan balik pada Sabtu lalu.
