Iran Tembak Jatuh 22 Drone Hermes Diduga Milik Amerika Serikat-Israel dan Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Foto pesawat tak berawak Israel, Hermes 935, yang dihancurkan oleh Garda Revolusi Iran di kota Khomein, Provin
Foto pesawat tak berawak Israel, Hermes 935, yang dihancurkan oleh Garda Revolusi Iran di kota Khomein, Provinsi Markazi. (X)
0 Komentar

TENTARA Iran menyampaikan telah menembak jatuh 10 drone canggih di seluruh negeri hari ini. Total sudah 22 drone Hermes diduga milik pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dilansir Aljazeera, Senin (2/3/2026) otoritas Iran menegaskan bahwa ini adalah momen perlawanan skala penuh. Mereka bermaksud untuk membalas sekuat mungkin.

Iran mengungkapkan mereka belum mengerahkan kemampuan militer terkuat, termasuk beberapa sistem rudal canggih. Iran memperingatkan AS dan Israel akan membayar mahal di hari mendatang atas serangan yang dilakukan.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Mereka juga menggambarkan konflik ini berbeda dari konfrontasi sebelumnya. Para pemimpin Iran mengkarakterisasikannya sebagai perang eksistensial di mana, kata mereka, tidak akan ada mundur, tidak ada kompromi, dan tidak ada penyerahan diri sampai Iran menunjukkan kemampuannya untuk membela diri dan mempertahankan apa yang disebutnya martabat dan kemerdekaannya.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln. Mereka menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk dengan empat rudal balistik setelah pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, tewas buntut serangan AS dan Israel.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dilansir Aljazeera, Minggu (1/3/2026).

Garda Revolusi Iran juga memperingatkan wilayah daratan dan laut seolah menjadi kuburan musuh mereka.

Adapun USS Abraham Lincoln telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari. Belum ada konfirmasi langsung tentang kerusakan atau korban jiwa dari militer AS akibat serangan itu.

Seperti diketahui, AS dan Israel meluncurkan serangan yang diberi nama Epic Fury ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga Iran lainnya.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.

0 Komentar