“Eropa kemungkinan mendorong gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. Namun dalam atmosfer yang sudah terlanjur panas, ruang diplomasi semakin sempit,” katanya.
Bila respons Iran terukur, imbuh Bondhan, konflik mungkin tetap berada dalam koridor terbatas. Namun bila pembalasan meluas, eskalasi bisa bergerak di luar kendali para pengambil keputusan awalnya.
Ini adalah kedua kalinya Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran saat berada di tengah perundingan soal nuklir Teheran.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Serangan kali ini terjadi hanya beberapa hari setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Jenewa, Swiss pada pekan ini, yang membahas program nuklir dan rudal balistik Iran.
Usai perundingan, terdapat optimisme yang dibawa Oman dan Iran. Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator, melaporkan adanya “kemajuan signifikan” dalam negosiasi tersebut.
Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan kedua pihak menunjukkan keseriusan dan semakin dekat menuju kesepakatan pada isu-isu tertentu.
Namun seperti serangan pada Juni lalu, AS bersama Israel kembali menyerang Iran saat tengah terjadi perundingan nuklir.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan 108 orang.
Kantor Berita Mizan, kantor berita resmi peradilan, melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan terhadap sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab di tengah serangan besar-besaran AS-Israel yang diluncurkan Sabtu pagi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membagikan foto serangan tersebut, yang menurutnya menghancurkan sekolah perempuan dan menewaskan “anak-anak yang tidak bersalah”.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei juga mengecam “kejahatan terang-terangan” tersebut dan mendesak tindakan dari Dewan Keamanan PBB.
Secara terpisah, kantor berita Mehr Iran melaporkan bahwa setidaknya dua siswa tewas akibat serangan Israel lainnya yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota, Teheran.
