Serangan Amerika Serikat-Israel, Indonesia Tak Berani Kecam Trump-Netanyahu atau Keluar dari Board of Peace?

Gambar yang dihasilkan AI hanya digunakan untuk tujuan representasi
Gambar yang dihasilkan AI hanya digunakan untuk tujuan representasi
0 Komentar

Usai perundingan, terdapat optimisme yang dibawa Oman dan Iran. Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator, melaporkan adanya “kemajuan signifikan” dalam negosiasi tersebut.

Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan kedua pihak menunjukkan keseriusan dan semakin dekat menuju kesepakatan pada isu-isu tertentu.

Namun seperti serangan pada Juni lalu, AS bersama Israel kembali menyerang Iran saat tengah terjadi perundingan nuklir.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Seperti dilaporkan Al Jazeera, serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan 108 orang.

Kantor Berita Mizan, kantor berita resmi peradilan, melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan terhadap sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab di tengah serangan besar-besaran AS-Israel yang diluncurkan Sabtu pagi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membagikan foto serangan tersebut, yang menurutnya menghancurkan sekolah perempuan dan menewaskan “anak-anak yang tidak bersalah”.

“Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei juga mengecam “kejahatan terang-terangan” tersebut dan mendesak tindakan dari Dewan Keamanan PBB.

Secara terpisah, kantor berita Mehr Iran melaporkan bahwa setidaknya dua siswa tewas akibat serangan Israel lainnya yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota, Teheran.

0 Komentar