Paradoks Urgensi Reformasi Polri, Tamparan Keras Masyarakat Sipil 

Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia
Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia
0 Komentar

PREDIKSI saya isu seksi ‘Reformasi Polri’ bukan sekedar peristiwa biasa. Maraknya dorong Polri harus berubah akan menjadi trigger sebuah peristiwa ledakan sosial politik nasional. Ini bukan karena presidennya Prabowo berlatar belakang militer/TNI tetapi karena karakteristik terjadinya perubahan itu diyakini menjadi kebutuhan masyarakat.

Tragedi nasional menceritakan buruknya perilaku institusi Polri memicu eskalasi yang sangat mengerikan, telah mempertontonkan sebuah kekejaman kebiadaban dan vandalisme anak bangsa yang melibatkan masyarakat dan penegak hukum dalam hal ini kepolisian .

Dengan latar belakang kelam, rentetan pelanggaran berat HAM, praktik Indisipliner anggota Polri, pelanggaran asusila hingga praktik pembunuh masyarakat sipil bukti nyata bagaimana Polri saat ini berada dalam kondisi terancam secara institusi dan organisasi. Hubungan vertikal dengan kekuasaan pun di bahas dan diancam akan dipereteli.

Urgensi Reformasi

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Kalau kita melihat dalam konteks konflik kekinian, beberapa hari ini polisi pak polisi terlibat dan berhadapan langsung dengan masyarakat baik masyarakat biasa mahasiswa pelajar dan pada akhirnya menimbulkan sebuah eskalasi ekstrem dimana dalam beberapa hari ini viral seorang polisi membunuh pelajar di salah satu daerah wilayah Indonesia .

Bripda Masias Siahaya, anggota Brimob Polda Maluku, yang menganiaya seorang pelajar berinisial AT (14) hingga tewas, Peristiwa tersebut, sontak memicu kemarahan publik dan mempertanyakan komitmen negara dalam menjalankan reformasi Polri.

Kasus kematian pelajaran tersebut tentunya mempercepat, mendengungkan dan memicu gelombang demonstrasi masyarakat dan mahasiswa seantero nusantara ditujukan kepada polisi agar segera dilakukan apa yang dikatakan dengan reformasi kepolisian.

Saya melihat dalam konteks kekinian keinginan masyarakat untuk segera menekan kepada pihak Polri dan juga pemerintah dalam menjadi DPR untuk segera melakukan apa yang disebut sebagai reformasi percepatan reformasi Polri.

Tindakan Revolusi

Dengan udut pandang menantang vdan vulgar, sebenarnya Aaya melihat sebuah pemikiran yang ekstrem bukan hanya sebuah reformasi tetapi bagaimana institusi kepolisian ini dilakukan sebuah revolusi Polri yang melibatkan penyertaan aparatur penegak hukum lainnya dan tentunya masyarakat itu sendiri.

Tentunya dalam bahasa saya bahwa revolusi Polri mencakup secara keseluruhan secara komprehensif baik melibatkan masyarakat dan juga Polri itu sendiri.

0 Komentar