Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas

Ayatollah Ali Khamenei (KANTOR PEMIMPIN TERTINGGI IRAN/GETTY IMAGES)
Ayatollah Ali Khamenei (KANTOR PEMIMPIN TERTINGGI IRAN/GETTY IMAGES)
0 Komentar

Sebelumnya, Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tewasnya Khamenei atau para pemimpin Iran yang diumumkan telah dibunuh oleh Israel, meskipun Iran mengatakan musuh sedang melancarkan perang psikologis.

Sementara itu, koresponden Aljazeera di Teheran, Abdulfatah Fayed, mengatakan bahwa salah satu anggota Komite Keamanan Nasional di parlemen Iran dengan tegas membantah pernyataan Presiden AS mengenai pembunuhan Khamenei.

“Pemimpin Tertinggi Iran-lah yang memimpin pertempuran dan mengambil keputusan perang,” ujar dia.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Dalam wawancara dengan situs web Amerika Axios, Trump mengatakan, sebelum pengumuman kematian Khamenei, bahwa dia memiliki beberapa pilihan alternative selain kampanye militer Amerika-Israel terhadap Iran yang dilancarkan pada Sabtu dini hari.

Dalam wawancara telepon yang berlangsung selama lima menit, Presiden AS itu mengatakan dari resor Mar-a-Lago bahwa ia dapat melanjutkan perang dan mengendalikan seluruh situasi atau “mengakhirinya dalam dua atau tiga hari”.

Trump memperkirakan bahwa Iran akan membutuhkan beberapa tahun untuk pulih dari serangan ini.

Situs tersebut menilai bahwa pernyataan Presiden AS ini memberikan gambaran nyata pertama tentang pemikiran Trump mengenai cara mengakhiri situasi ini dan menunjukkan bahwa dia masih terbuka terhadap solusi diplomatik, bahkan setelah gagalnya pembicaraan nuklir AS-Iran di Jenewa.

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan suara ledakan terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia baru saja memulai operasi militer berskala besar di Iran.

Trump menambahkan, “Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan datang dari rezim Iran.”

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Presiden AS mengatakan, “Rezim Iran adalah kelompok jahat yang terdiri dari orang-orang kejam dan buruk… Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa Tel Aviv telah melancarkan serangan kedua terhadap Iran, dan seorang pejabat Amerika Serikat mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pasukan Amerika Serikat turut serta dalam serangan tersebut, yang diperkirakan akan berskala besar dan tidak terbatas pada serangan terbatas.

0 Komentar