Trump Ungkap Tujuan Serangan ke Iran: Militer Amerika Serikat Mulai Operasi Tempur Besar-besaran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Tangkapan layar)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Tangkapan layar)
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan AS ikut serta dalam serangan Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Dalam video berdurasi delapan menit di platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa serangan ini bertujuan menghilangkan ancaman nyata dari Iran.

“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” katanya, dikutip dari BBC.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Sebelumnya, presiden ke-47 AS itu pada Jumat (27/2/2026) menyampaikan, Amerika belum membuat keputusan akhir tentang apakah akan menyerang Iran atau tidak. Akan tetapi, dia menambahkan bahwa dirinya tidak senang dengan negosiasi mereka selama pembicaraan nuklir.

Trump mengatakan, Iran “tidak bersedia memberi kita apa yang harus kita miliki”, lalu menegaskan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Pembicaraan tak langsung di Jenewa antara AS-Iran berlangsung awal pekan ini. Kedua pihak mengatakan, kemajuan telah dicapai dalam mencapai kesepakatan. Washington belakangan ini meningkatkan tekanan pada Teheran untuk menyetujui kesepakatan baru tentang program nuklirnya.

Trump berulang kali menyatakan, AS siap, bersedia, dan mampu untuk bertindak dengan cepat dan keras, jika perlu. Kemudian, saat ditanya apakah ketegangan dapat menyebabkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, Trump menyampaikan kepada wartawan di halaman depan Gedung Putih bahwa selalu ada risiko.

“Ketika ada perang, ada risiko apa pun, baik dan buruk,” tambahnya.

Kepulan asap membubung dari pusat Ibu Kota Teheran. Menurut laporan Associated Press, serangan tampaknya terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Belum diketahui apakah Khamenei (86) berada di kantornya saat serangan berlangsung. Ia tidak terlihat di depan umum selama beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Namun, seorang pejabat Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi aman.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Media-media Iran melaporkan, sejumlah serangan menargetkan Direktorat Intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) serta beberapa titik di pusat ibu kota. Sebagai respons, Iran menutup wilayah udaranya.

0 Komentar