Serangan Balasan Iran ke Sejumlah Pangkalan Milter Amerika Serikat di Kawasan Teluk

Ledakan terdengar di Manama, Bahrain, 28 Februari. (Reuters)
Ledakan terdengar di Manama, Bahrain, 28 Februari. (Reuters)
0 Komentar

Meskipun pusat pemerintahan Iran digempur, kantor berita IRNA memastikan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman. Begitu pula dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang telah dievakuasi ke lokasi rahasia sesaat sebelum serangan udara gabungan dimulai.

Keterlibatan langsung militer AS dalam operasi awal, sebagaimana dikonfirmasi pejabat Washington kepada Al Jazeera dan CNN, kini telah memicu perang terbuka di kawasan. “Ini adalah operasi militer gabungan yang telah direncanakan selama berminggu-minggu,” ujar seorang pejabat keamanan.

Sebagai dampak dari saling serang ini, ruang udara di Iran, Israel, dan beberapa negara Teluk telah ditutup sepenuhnya melalui penerbitan NOTAM. Kedutaan Besar AS di Qatar dan beberapa negara tetangga juga telah menerapkan prosedur shelter-in-place bagi seluruh warga negaranya.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari Washington dan sekutunya di tengah kekhawatiran akan terjadinya perang regional berskala penuh yang melibatkan seluruh kekuatan utama di Timur Tengah.

0 Komentar