Moskow Kecam Keras Keputusan Uni Eropa Secara Sepihak Pangkas Jumlah Staf Misi Diplomatik Rusia di Brussel

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia Maria Zakharova
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia Maria Zakharova
0 Komentar

JURU Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan bahwa Moskow mengecam keras keputusan Uni Eropa (UE) yang secara sepihak memangkas jumlah staf misi diplomatik Rusia di Brussel.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai langkah diskriminatif dan melanggar hukum internasional.

Dalam konferensi pers di Moskow, Zakharova menegaskan bahwa tuntutan UE tersebut melanggar Pasal Tujuh Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Layanan kebijakan luar negeri Uni Eropa sebelumnya telah menginformasikan Moskow mengenai rencana pengurangan personel misi Rusia menjadi hanya 40 orang, termasuk staf diplomatik dan teknis.

Zakharova memperingatkan bahwa tindakan penghancuran hukum internasional oleh negara-negara Barat ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan yang setimpal.

“Seluruh aksi ini akan mendapatkan respons yang pantas dari pihak kami,” tegasnya, seperti dikutip Anadolu Agency, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, langkah Uni Eropa tersebut mencerminkan kebijakan destruktif yang justru akan merugikan mereka sendiri.

Selain isu di Brussel, Zakharova membantah laporan mengenai adanya perundingan baru antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) terkait perjanjian pengawasan senjata nuklir di Jenewa.

Ia melabeli berita tersebut sebagai informasi palsu dan menjelaskan bahwa pertemuan yang terjadi hanyalah kontak diplomatik rutin untuk menanggapi permintaan AS.

“Upaya untuk menggambarkan pertemuan rutin tersebut sebagai sebuah negosiasi adalah hal yang sama sekali tidak sesuai dengan realitas,” tambah Zakharova.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Terkait ketegangan antara AS dan Iran, Moskow menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kemitraan strategis yang komprehensif dengan Teheran. Zakharova mengkritik Washington atas ancaman yang terus menerus dan eskalasi ketegangan regional yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Moskow juga mengatakan sedang memantau secara ketat perkembangan situasi di Venezuela terkait penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Celia Flores.

Rusia secara resmi mendesak agar kedua tokoh tersebut segera dibebaskan dari tahanan demi stabilitas politik di negara tersebut.

0 Komentar