Mengakhiri penjelasannya, Teddy kembali mengingatkan bahwa seluruh kebijakan pemerintah saat ini dirancang sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa mengorbankan program yang sudah ada.
“Dan tadi, semua hal itu adalah, termasuk MBG, adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan. Itu kira-kira, ya. Itu aja, terima kasih semua,” pungkas Teddy.
Diberitakan sebelumnya, PDIP menilai alokasi program MBG memotong anggaran pendidikan. Hal ini berdasarkan dokumen resmi negara yaitu UU APBN dan Peraturan Presiden tentang rincian APBN.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, memaparkan temuan ini untuk merespons pernyataan sejumlah pejabat pemerintah yang menyebut bahwa dana MBG berasal dari efisiensi dan bukan dari anggaran pendidikan.
“Di dalam lampiran APBN yang berupa Peraturan Presiden, secara jelas dinyatakan bahwa dari Rp769 triliun anggaran pendidikan itu, digunakan untuk MBG sebesar Rp223,5 triliun,” ujar Esti saat konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
