DI tengah proses diplomatik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, potensi pecahnya perang regional di kawasan Teluk masih tinggi. Pemerintah China, dalam keterangan persnya pada Kamis (26/2/2026) menyatakan ikut mengamati secara seksama perkembangan di Timur Tengah.
Menurut Beijing, China konsisten mendukung penyelesaian masalah melalui cara-cara politik dan diplomatik, dan menentang penggunaan ancaman militer dalam hubungan internasional.
Dalam taklimat persnya pada Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao menjawab pertanyaan wartawan apakah Beijing akan mendukung Iran jika AS melancarkan serangan. Mao menegaskan, China mendukung pemerintahan dan rakyat Iran dalam menjaga kepentingan bangsa dan hak-haknya yang sah.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
“Kami berharap semua pihak akan menghargai perdamaian, menahan diri, dan menyelesaikan perbedaan lewat dialog. China akan terus memainkan peran sebagai sebuah negara besar yang bertanggung jawab,” kata Mao dikutip Global Times.
AS terus meningkatkan ‘tekanan’ terhadap Iran di tengah proses diplomatik antara kedua negara. Menurut laporan Washington Postpada Selasa (24/2/2026), lebih dari 150 pesawat tempur AS disiagakan di sejumlah titik di Eropa dan Timur Tengah di tengah ketegangan yang terjadi dengan Iran.
Menurut citra satelit yang diambil Jumat (20/2/2026), sudah ada lebih dari 60 pesawat tempur AS, termasuk selusin jet tempur F-35, bersiaga di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Data penerbangan juga menunjukkan bahwa Washington telah menempatkan lebih dari sepertiga armada pesawat pengintai E-3G Sentry ke Eropa dan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Kemudian, pesawat tanker dan sedikitnya sebuah pesawat pengintai diketahui telah bersiaga di Bandara Chania, Pulau Kreta, Yunani, sejak 17 Februari. Video dari Bandara Chania pada Sabtu (21/2/2026) memperlihatkan ada 10 lagi pesawat jet F-35 di antara pesawat-pesawat tempur yang sudah ada.
Puluhan pesawat tambahan serta sistem anti-rudal yang dilengkapi misil Tomahawk terlihat sudah disiagakan di kapal-kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford. Selain itu, belasan pesawat tempur F-22A Raptor sudah ada di Pangkalan Udara Lakenheath di Inggris dan sekurangnya satu unit jet tempur F-16 Fighting Falcon dilaporkan mendarat di Azores, wilayah otonom Portugal di Samudera Atlantik.
