Pemerintah Pakistan menuduh bahwa TTP mendapat dukungan atau setidaknya ruang aman dari Taliban Afghanistan, meskipun hal ini dibantah atau dianggap sebagai urusan internal Pakistan oleh pihak Afghanistan.
Seiring waktu, TTP menjadi semakin aktif dan agresif. Kelompok ini menyatakan ingin menerapkan hukum syariah di Pakistan seperti yang diterapkan Taliban di Afghanistan. Mereka meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan instalasi militer Pakistan.
Serangan Militer Meningkat pada 2024 di Kedua Negara
Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terjadi lonjakan serangan militansekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total 905 serangan yang menewaskan 1.177 orang dan melukai 1.292 lainnya.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Pemerintah Pakistan melaporkan telah menewaskan 934 militan, tetapi angka kekerasan tetap tinggi sehingga 2024 disebut sebagai tahun paling mematikan dalam satu dekade terakhir.
Ketegangan diplomatik antara Islamabad dan Kabul pun meningkat. Pakistan berulang kali meminta pemerintah Taliban Afghanistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap TTP yang diduga beroperasi dari wilayah Afghanistan. Namun, pihak Afghanistan menyatakan bahwa TTP adalah masalah keamanan dalam negeri Pakistan.
Menanggapi meningkatnya serangan, Pakistan meluncurkan operasi melawan terorisme besar bernama “Azm-e-Istehkam” pada Juni 2024 untuk menghadapi ancaman keamanan internal maupun lintas batas.
Pada Desember 2024, Pakistan juga melakukan serangan udara ke wilayah Afghanistan yang diklaim menargetkan anggota TTP. Pemerintah Taliban mengecam serangan tersebut dan berjanji akan membalas.
Tahun 2025 Ketegangan Pakistan vs Afghanistan Tak Kunjung Membaik
Memasuki tahun 2025, situasi keamanan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KPK) dan Balochistan semakin memburuk. Dilaporkan terjadi puluhan insiden serangan militan di wilayah KPK, bekas wilayah FATA, dan Balochistan. Kekerasan ini bukan hanya berdampak pada militer, tetapi juga menimbulkan korban sipil dan kerugian ekonomi yang besar.
Ancaman TTP juga dikaitkan dengan jaringan kelompok ekstremis lain. Laporan PBB menyebut bahwa Al-Qaeda memberikan pelatihan kepada militan TTP di dekat perbatasan Afghanistan.
Selain itu, dugaan hubungan TTP dengan Islamic State – Khorasan Province (ISKP) semakin memperbesar potensi ancaman keamanan regional. Secara teori keamanan kawasan, ancaman di satu negara cenderung menyebar ke negara tetangga, sehingga konflik ini berisiko meluas ke wilayah Asia Selatan.
