Polisi Telusuri Identitas Lewat Sepeda Motor
Untuk mengungkap identitas korban, polisi menelusuri kepemilikan sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO yang ditemukan di pintu masuk gedung bekas aspol.
“Di TKP tadi kami temukan sepeda motor, setelah kami selidiki, kami dapat suami jenazah tersebut,” terangnya kepada wartawan di kamar jenazah RSUD Jombang, Rabu (25/2/2026).
Akhirnya terungkap kedua mayat diduga berinisial SY (36) dan NCQ (5), warga Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh suami korban dua hari sebelum penemuan jasad.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
“Namun, secara ilmiah belum bisa kami dapatkan identitas. Dugaan kuat memang ini ibu dan anak, alamat Nganjuk,” jelas Dimas.
Sidik Jari Rusak, Identifikasi Lanjut Tes DNA
Proses identifikasi terkendala karena sidik jari korban sudah rusak, sehingga polisi menyiapkan opsi pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas kedua korban.
“Sampai saat ini kami upayakan pembacaan sidik jari. Kalau tetap tidak terbaca, kami lakukan tes DNA atau data-data lain,” ujarnya.
Keluarga Yakin Korban Adalah SY dan Anaknya
Adik kandung SY meyakini dua mayat tersebut adalah kakak dan keponakannya, berdasarkan ciri-ciri jenazah serta sepeda motor yang ditemukan di lokasi kejadian.
“Keyakinan dari motor yang ditemukan di lokasi, pelat nomornya dan ciri-ciri jenazah,” ungkapnya di RSUD Jombang.
Keluarga membenarkan bahwa SY dan anaknya meninggalkan rumah sejak Selasa (24/2) subuh dan sempat dicari keliling Nganjuk sebelum akhirnya dilaporkan hilang.
“Baru tadi siang suaminya melaporkan kehilangan karena menunggu 24 jam,” tandasnya.
