Terkait masalah Palestina, Raja Abdullah menegaskan bahwa ia terus melanjutkan upaya bersama para negara sahabat dan mitra internasional untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina dan mencegah tindakan Israel mengubah status quo di Tepi Barat dan Yerusalem.
Dia pun menegaskan pentingnya mendukung upaya Suriah dalam mempertahankan keamanan, stabilitas, dan integritas kawasan.
Sebelumnya, Iran menegaskan akan membalas dengan “tegas dan proporsional” setiap agresi militer, menekankan bahwa AS akan memikul “tanggung jawab penuh dan langsung” atas konsekuensinya. Hal itu diutarakan perwakilan tetap Iran untuk PBB, menurut keterangan yang diterima Anadolu, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
“Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang apa pun,” kata surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan PBB tersebut.
Perwakilan Iran tersebut memperingatkan bahwa “semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran,” menekankan bahwa “Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali.”
Sebelumnya saat memberikan pidato kepada publik di Teheran, pada awal tahun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan jika AS memulai perang dengan negaranya, ketegangan berpotensi mengalami eskalasi hingga menjadi konflik di tingkat kawasan. “AS harus tahu kalau mereka memulai perang, kali ini yang akan terjadi adalah sebuah perang regional,” kata Ali Khamenei pada Ahad, sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.
Khamenei saat itu berpidato dalam perayaan kembalinya pendiri Republik Islam Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan di Prancis pada 1979 yang berujung pada revolusi Iran yang menggulingkan Mohammad Reza Shah Pahlavi. Dalam pidatonya, Khamenei mengatakan, AS ingin ‘melahap’ Iran dan kekayaan alam berupa minyak dan gas bumi, sambil menambahkan, apa yang terjadi pada aksi massa antipemerintah sebulan lalu, “sama dengan sebuah kudeta” lantara sejumlah orang serentak menyerang dan merusak gedung pemerintahan, bank, dan masjid.
