Dokumen ART juga membuka kemungkinan kerja sama kebijakan di sektor industri maritim. Indonesia berpeluang mengadopsi pendekatan yang sejalan dengan Amerika Serikat dalam pembangunan kapal dan pelayaran.
Di sisi lain, kesepakatan ini memberikan sejumlah fasilitas perdagangan bagi Indonesia. Produk tertentu memperoleh akses pasar yang lebih luas ke Amerika Serikat.
Amerika Serikat memberikan fasilitas pembebasan tarif impor hingga nol persen bagi produk tekstil dan garmen Indonesia melalui mekanisme Tariff Rate Quota. Skema tersebut mengaitkan ekspor Indonesia dengan penggunaan bahan baku dari Amerika Serikat.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Selain tekstil, ribuan produk Indonesia memperoleh manfaat pengurangan bea masuk. Total 1.819 pos tarif mendapatkan fasilitas tarif nol persen dalam kesepakatan tersebut.
Produk yang termasuk dalam daftar tersebut meliputi minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, hingga komponen elektronik. Sejumlah produk industri bernilai tambah seperti komponen pesawat juga tercakup dalam fasilitas ini.
Meski demikian, sebagian produk Indonesia masih dikenai tarif resiprokal oleh Amerika Serikat. Tarif sebesar 19 persen tetap berlaku untuk produk yang tidak termasuk dalam daftar pengecualian.
Kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen pembelian energi dari Amerika Serikat. Nilai pembelian energi disepakati mencapai 15 miliar dolar AS.
Pembelian energi itu mencakup LPG, minyak mentah, serta bahan bakar hasil kilang. Komitmen tersebut menjadi bagian dari keseimbangan perdagangan antara kedua negara.
Selain sektor energi, kerja sama investasi juga menjadi bagian penting dari ART. Nilai kerja sama perdagangan dan investasi disepakati mencapai 38,4 miliar dolar AS.
Perjanjian ini menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat. Namun di saat yang sama, klausul tertentu dalam ART memunculkan dinamika baru dalam hubungan perdagangan regional.
