Konflik Kartel Narkoba di Meksiko Pengaruhi Peta Rantai Pasok Narkotika Indonesia

Rosalinda Gonzalez Valencia (lingkaran merah tengah) dituduh terlibat dalam operasi keuangan gelap gembong nar
Rosalinda Gonzalez Valencia (lingkaran merah tengah) dituduh terlibat dalam operasi keuangan gelap gembong narkoba, kartel Generasi Baru Jalisco. Militer Meksiko menangkap istri gembong narkoba Meksiko El Mencho, pemimpin kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang sangat kejam. (Oscar Balmen via TWITTER)
0 Komentar

BADAN Narkotika Nasional (BNN) RI mewaspadai dampak konflik kartel narkoba di Meksiko yang mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia. Para bandar internasional tengah mencari alternatif rute penyelundupan yang dianggap paling aman dan ekonomis untuk menembus pasar Tanah Air.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan Indonesia menjadi sasaran tiga jaringan besar dunia, yakni Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock.

“Situasi konflik di Meksiko sedikit banyak berpengaruh terhadap rantai pasok ke Indonesia. Para bandar tetap akan mencari alternatif yang paling ekonomis dan aman untuk menyuplai narkotika menuju pasar Indonesia,” ujar Suyudi ketika dihubungi, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Suyudi mengatakan Kartel Sinaloa dari Meksiko telah menjadi ancaman nyata. Jaringan ini dikenal memasok narkotika jenis baru, New Psychoactive Substances/NPS, bahan baku metamfetamin atau sabu, hingga fentanil.

Sebagai bukti nyata, pada 2024, BNN membongkar 27 jaringan narkoba internasional. Salah satu yang paling menonjol adalah penangkapan Gregor Haas, yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan Kartel Sinaloa.

“Jaringan Golden Peacock yang mencakup Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Meksiko, sering kali melibatkan kokain dan sabu dengan rute internasional yang sangat kompleks,” ujar Suyudi.

Dalam operasinya, kartel Meksiko tidak bekerja sendiri di lapangan, melainkan berkolaborasi dengan sindikat lokal. Jalur laut menjadi pilihan utama mengingat status Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak celah gelap di perbatasan maritim.

Modus operandi yang digunakan semakin canggih dan beragam, antara lain penyamaran produk dengan menyembunyikan narkoba dalam kemasan produk legal seperti teh Cina hingga popok bayi, memanfaatkan pelabuhan tidak resmi dan adanya potensi penggunaan kapal selam oleh kartel Amerika Selatan, hingga penyelundupan melalui bandara internasional dengan metode penyamaran yang sulit dideteksi secara kasatmata.

Suyudi menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan di titik-titik rawan, terutama pelabuhan dan wilayah perairan. Kerja sama intelijen internasional terus diperkuat untuk memutus mata rantai pasokan dari Golden Triangle (Asia Tenggara), Golden Crescent (Asia Tengah), maupun Golden Peacock (Amerika).

0 Komentar