Kemlu Pastikan KBRI Teheran Pantau WNI di Tengah Eskalasi Ketegangan Iran-Amerika Serikat, Opsi Evakuasi

Seorang pria Iran memegang bendera nasional Iran selama upacara peringatan bagi mereka yang tewas dalam protes
Seorang pria Iran memegang bendera nasional Iran selama upacara peringatan bagi mereka yang tewas dalam protes anti-pemerintah awal bulan lalu, di masjid Mosalla di Teheran, Iran, 17 Februari 2026. (EPA)
0 Komentar

Puluhan jet tempur Amerika Serikat terpantau telah berada di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, di tengah ketegangan antara AS dan Iran, lapor New York Times mengutip foto satelit dan data penerbangan.

Gambar yang diambil pada Jumat itu memperlihatkan lebih dari 60 pesawat tempur, yang jumlahnya sekitar tiga kali lipat dari biasanya, lapor harian tersebut.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan, sedikitnya 68 pesawat angkut mendarat di pangkalan tersebut sejak 15 Februari. Jet-jet tempur lainnya kemungkinan diamankan di hanggar pelindung.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Citra satelit menunjukkan adanya pesawat tempur siluman F-35, yang lebih modern daripada yang biasanya ditempatkan di pangkalan tersebut. Sejumlah drone dan helikopter, serta sistem pertahanan udara baru juga terlihat di sana.

Pejabat Yordania mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa penempatan pesawat dan peralatan AS di pangkalan itu merupakan bagian dari perjanjian pertahanan negaranya dengan AS.

Sementara itu, ratusan pasukan AS telah ditarik dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, demikian dilaporkan The New York Times pada Jumat, mengutip sumber anonim Pentagon.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan telah dievakuasi dari Bahrain, tempat Armada ke-5 Angkatan Laut AS bermarkas, sementara pasukan yang berada di pangkalan-pangkalan di Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab tetap tinggal.

Penarikan ini ditafsirkan sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan tentang kemungkinan serangan AS terhadap Iran, dengan Teheran diperkirakan akan merespons dengan menyerang pasukan AS di wilayah tersebut.

Meski demikian, Komando Pusat militer AS, yang meliputi Iran dan sebagian besar wilayah sekitarnya, belum menanggapi laporan tersebut.

Dalam surat kepada sekretaris jenderal PBB, Kamis, kepala misi Iran untuk PBB mengatakan bahwa jika Iran diserang, maka “semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di wilayah tersebut akan menjadi sasaran yang sah,” dan “Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali.”

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Al Udeid adalah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, yang menampung sekitar 10.000 tentara. Sebelumnya pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan “armada besar” sedang menuju Iran, sembari berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan “adil dan merata” yang berisi penghentian total senjata nuklir.

0 Komentar