PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Tel Aviv sedang membentuk aliansi regional untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai “poros Syiah” yang diwakili oleh Iran dan “poros Sunni” yang diwakili oleh Ikhwanul Muslimin.
Netanyahu menambahkan dalam pidatonya di hadapan konferensi pimpinan direksi Badan Keamanan Umum Israel (Shabak), koalisi baru ini mencakup banyak negara.
“Beberapa di antaranya sedang mengunjungi kami saat ini dan beberapa di antaranya sedang kami kunjungi,” kata dia, dikutip dari Aljazeera, Selasa (25/2/2026).
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Dia menegaskan perlunya melucuti senjata Gerakan Perlawanan Islam Hamas dan mengatakan bahwa hal itu akan terjadi dengan cara yang mudah atau sulit, tetapi akan terjadi.
Dalam pidatonya, Netanyahu membahas maraknya pembunuhan yang hampir setiap hari terjadi di komunitas Arab di Israel. Dia menyebut persediaan senjata ilegal harus dikurangi dan disita, karena hari yang sulit mungkin akan datang.
Dia mengisyaratkan kemungkinan munculnya ancaman teroris dari komunitas-komunitas ini. “Kami selalu berbicara tentang mengarahkan senjata ke dalam negeri,” kata dia.
Pada bulan lalu, Ikhwanul Muslimin menyatakan penolakan tegasnya terhadap keputusan Washington yang mengklasifikasikan mereka sebagai organisasi teroris.
Organisasi ini menekankan mereka menolak kekerasan dan tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat, sementara ibu kota negara-negara Arab mengomentari keputusan Amerika tersebut.
Ikhwanul Muslimin di Mesir, melalui organisasi mereka di luar negeri, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa klasifikasi AS tidak didasarkan pada bukti hukum yang dapat diandalkan, dan berjanji akan mengambil semua tindakan hukum untuk menghentikan pelaksanaan keputusan ini demi melindungi hak mereka dan hak semua anggotanya.
Anadolu Agency mengutip sumber di kelompok tersebut yang mengatakan, Pimpinan Pusat Ikhwanul Muslimin sedang mempelajari situasi dan akan mengeluarkan pernyataan komprehensif, dengan penegasan prinsipil guna menolak keputusan Washington.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Sementara itu, kelompok Islam di Lebanon, yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (13/1/2025) malam sebagai tanggapan atas klasifikasi AS.
“Keputusan politik dan administratif AS ini tidak didasarkan pada putusan pengadilan Lebanon atau internasional, dan tidak memiliki dampak hukum di Lebanon,” kata dia, dikutip Aljazeera, Rabu (14/1/2026).
