Bagaimana Media Yahudi Sebarkan Rekaman Protes 2017 Jadi Publikasi Aksi Demonstrasi 2026 di Teheran?

Video demo Iran (IST)
Video demo Iran (IST)
0 Komentar

MEDIA Israel menyebarkan sebuah video di situs web mereka, yang diklaim merekam protes terbaru di ibu kota Iran, Teheran, dalam konteks meningkatnya ketegangan internal di negara tersebut.

Klip tersebut memperlihatkan kerumunan orang di salah satu jalan, di tengah teriakan dan penutupan jalan, serta upaya pasukan keamanan untuk membubarkan para pengunjuk rasa dengan menggunakan gas air mata.

Video tersebut, dikutip dari Aljazeera, Selasa (24/2/2026) mendokumentasikan protes terbaru pada 13 Februari 2026 dan dipublikasikan oleh Yedioth Ahronoth dan saluran televisi yang mencerminkan kemarahan publik yang meningkat terhadap otoritas Iran.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Akun-akun dan media yang menyebarkan video tersebut mengklaim bahwa video tersebut direkam di dalam kampus-kampus Iran selama gelombang protes terbaru, tanpa menyebutkan tanggal perekaman atau sumber aslinya, sehingga video tersebut menyebar sebagai bukti adanya kerusuhan baru di ibu kota Iran.

Namun, proses verifikasi mengungkapkan bahwa klip tersebut dipublikasikan sekitar sembilan tahun yang lalu, selama protes yang terjadi di salah satu universitas Iran pada saat itu.

Sebuah salinan video yang sama juga ditemukan diunggah pada 2017 di platform Facebook, yang menegaskan bahwa rekaman tersebut sudah lama dan tidak terkait dengan peristiwa terkini di Iran.

Video ini beredar di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington selama beberapa pekan terakhir, dengan saling bertukarnya pesan peringatan dan pernyataan keras terkait masalah regional dan keamanan yang belum terselesaikan, mulai dari program nuklir Iran hingga penyebaran militer AS di kawasan tersebut.

Hal ini disertai dengan meningkatnya pembicaraan tentang gerakan militer, kemungkinan sanksi, dan persiapan pertahanan, yang menciptakan lingkungan media yang memanas sehingga mudah untuk menggunakan konten visual lama untuk mendukung narasi politik saat ini atau memperkuat narasi tentang kerentanan internal Iran.

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyebut ada oknum-oknum dari unsur asing yang “membajak” aksi unjuk rasa di Iran pada akhir Desember 2025 sehingga berubah menjadi kerusuhan besar pada awal Januari sebelum mereda.

Dubes Boroujerdi, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis(22/1/2026), menjelaskan bahwa unjuk rasa awalnya berlangsung damai pada 28—31 Desember 2025 atas faktor pemicu yang wajar, antara lain kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran.

0 Komentar