Aktivitas Penerbangan Kargo Rusia ke Teheran Jadi Sorotan Global Saat Ketegangan Militer di Timur Tengah

Dua pesawat kargo Rusia mendarat di Iran (X)
Dua pesawat kargo Rusia mendarat di Iran (X)
0 Komentar

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah laporan media yang menyebutkan bahwa Teheran dan Washington telah mencapai “kesepakatan sementara”. Baghaei menegaskan bahwa Iran sedang menyusun posisi resmi dan mengoordinasikan mekanisme negosiasi melalui mediator Oman.

“Setiap kesepakatan harus melindungi hak-hak nasional serta kepentingan Iran, dan memastikan pencabutan sanksi AS,” ujar Baghaei dalam konferensi pers di Teheran. Ia juga menegaskan bahwa program nuklir Iran tetap di bawah pengawasan badan nuklir PBB dan tidak ada penyimpangan ke arah militerisasi.

Pengerahan militer Amerika Serikat

Proses diplomasi ini berlangsung di bawah bayang-bayang penguatan militer AS di Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa Washington akan mempertimbangkan opsi militer jika kesepakatan nuklir yang “berarti” tidak tercapai dalam waktu singkat. Negosiator dilaporkan diberi waktu antara 10 hingga 15 hari untuk menunjukkan kemajuan.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

AS telah mengerahkan aset angkatan laut tambahan, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara ke wilayah tersebut. Laporan intelijen menunjukkan bahwa kapal induk dan pembom strategis kini berada dalam jarak operasional dari Iran.

Menanggapi hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melakukan latihan militer di Selat Hormuz, termasuk uji coba rudal dan manuver angkatan laut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memperingatkan bahwa setiap konfrontasi militer akan membawa implikasi luas bagi stabilitas regional.

Dukungan regional

Di sisi lain, aktor regional terus berupaya meredam eskalasi. Menteri Luar Negeri Irak dan Oman telah mengadakan diskusi untuk mendukung keberhasilan negosiasi di Jenewa guna menghindari ketidakstabilan lebih lanjut.

Oman tetap memegang peran sentral sebagai fasilitator komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington. Di dalam negeri, Iran juga tengah fokus pada reformasi ekonomi, termasuk rencana Bank Sentral untuk redenominasi mata uang guna mengatasi dampak sanksi ekonomi yang berkepanjangan.

Meskipun belum ada bukti keterkaitan langsung antara penerbangan kargo Rusia dengan meja perundingan, momentum ini menegaskan dinamika jalur ganda yang tengah berlangsung: diplomasi di satu sisi, dan unjuk kekuatan di sisi lain.

0 Komentar