POLISI menangkap seorang pria yang merupakan pelaku penganiayaan terhadap tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
“Sudah. Infonya sudah diamanin, (pelaku) satu (orang),” terang Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan kepada wartawan, Selasa (24/2).
Kendati demikian, Dicky belum membeberkan soal identitas pelaku tersebut. Ia juga belum menjelaskan apakah pelaku merupakan seorang aparat atau warga sipil.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Sebelumnya, tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB itu.
Dikutip dari Antara, ketiga korban yakni Ahmad Khoirul Anam, yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim, operator yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.
Khoirul Anam terkena tamparan di pipi, Lukman dipukul di rahang sebelah kanan, sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut hingga giginya copot.
Peristiwa bermula ketika seorang pelanggan datang untuk mengisi Pertalite. Saat dilakukan pemindaian kode batang (barcode), nomor polisi (nopol) kendaraan terdaftar sesuai dalam sistem, namun jenis mobil yang digunakan tidak cocok dengan data yang tertera.
Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas kemudian menolak pengisian Pertalite dan memberikan solusi alternatif. Pelanggan diarahkan untuk mengisi Pertamax, yang tidak menggunakan sistem kode batang.
Namun, penolakan itu diduga memicu emosi pelanggan. Insiden pun terjadi dan berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.
Salah satu korban, Lukmanul Hakim menyebut aparat tersebut sempat mencatut bahwa mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Dia bilang, ‘kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?’ Berkali-kali dia ngomong begitu,” kata dia.
