WAKIL Ketua Komisi I DPR Sukamta menyoroti pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee yang mengklaim Israel berhak atas wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan narasi historis dan teologis.
Ia menilai, pernyataan Huckabee seakan membungkus retorika ekspansionisme dengan legitimasi sejarah atau agama. Dalam situasi geopolitik yang sensitif pernyataan tersebut dapat memicu ketegangan dunia.
“Pernyataan semacam itu berpotensi menimbulkan preseden normatif yang berbahaya,” kata Sukamta dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Ia melanjutkan, pernyataan Huckabee juga berisiko besar memicu pelemahan diplomasi dan proses normalisasi kawasan, menguatkan kelompok ekstrem, hingga mengikis kredibilitas sistem hukum internasional.
Sukamta mengingatkan, tatanan dunia modern dibangun atas prinsip kedaulatan, integritas teritorial, kesetaraan negara, serta larangan perolehan wilayah melalui kekuatan sebagaimana acap disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Karenanya, kata dia, penting bagi Indonesia sebagai bagian dari Board of Peace untuk menjaga konsistensi prinsip tersebut, bukan hanya dalam konteks konflik Timur Tengah, namun demi masa depan tata dunia yang setara dan berbasis hukum.
Sebagai negara yang menganut sistem politik luar negeri bebas aktif, dia mengatakan, Indonesia harus berkomitmen dan konsisten untuk menyelesaikan konflik melalui landasan hukum internasional dan penghormatan terhadap integritas internasional.
“Dunia tidak boleh kembali pada pola klaim sepihak yang berpotensi menyeret kawasan lain ke dalam ketidakstabilan,” ujar politikus Fraksi PKS itu.
Dalam salah satu episode siniar yang dirilis Jumat lalu, Jurnalis AS dan kritikus Israel Tucker Carlson mendesak Huckabee tentang makna ayat Alkitab. Huckabee menyiratkan, jika Israel memiliki hak berdasarkan Alkitab atas sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Wilayah yang dimaksudkan mantan pendeta Baptis dan pendukung Israel ini ialah tanah di antara Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia kemudian mengecam keras pernyataan Huckabee. Pernyataan Kemenlu disampaikan secara bersama dengan sekretariat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Negara-Negara Arab (LNA), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Ahad, 22 Februari 2026.
“Menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam atas pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, yang mengindikasikan bahwa tindakan Israel untuk mengambil alih wilayah-wilayah milik negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki, dapat diterima,” bunyi pernyataan bersama tersebut.
