dokter Tifa Paparkan Hasil Pengujian Foto Ijazah Jokowi dengan Foto Saat Jadi Presiden

dokter Tifa hadir sebagai saksi ahli di sidang gugatan CLS ijazah Jokowi (Endang Kusumastuti)
dokter Tifa hadir sebagai saksi ahli di sidang gugatan CLS ijazah Jokowi (Endang Kusumastuti)
0 Komentar

TIFAUZIA Tyassuma (dr Tifa) menjadi saksi ahli pihak penggugat dalam sidang perkara gugatan Citizen Lawsuit (CLS) ijazah Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Dia membeberkan hasil pengujian foto Ijazah Jokowi dengan foto Jokowi saat presiden.

Dokter Tifa memberikan kesaksian terkait analisisnya terhadap foto ijazah Jokowi dengan pendekatan Ilmu Kedokteran, Epidemiologi Perilaku, dan Behavioral Neurscience.

Dalam kesaksiannya, dia membandingkan foto ijazah Jokowi yang dikeluarkan KPU, Bareskrim, hingga yang diposting oleh Dian Sandi. Foto ijazah Jokowi itu kemudian ia uji dengan perbandingan foto Jokowi saat menjadi Presiden.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Persamaan trial antara foto ijazah Jokowi dengan Presiden Jokowi ternyata perbedaannya 86,6 persen pada foto yang tidak dikoreksi dengan usia. Saya lakukan pengujian foto Ijazah Jokowi dengan foto Jokowi presiden, dengan koreksi usia hasilnya lebih berbeda lagi, sebesar 92,3 persen. Artinya sudah terbukti secara ilmiah, foto dalam ijazah Jokowi bukan foto dari presiden Jokowi,” kata dr Tifa dalam persidangan di PN Solo, Selasa (24/2/2026).

Selain menganalisis foto, dr Tifa juga menganalisis perilaku Jokowi. Ia melakukan observasi dengan 25 video saat Jokowi ditanya soal pendidikannya. Dalam pendekatan facial action coding system, dia menyimpulkan empat variabel saat Jokowi ditanya terkait ijazah, KKN, nilai, dan sebagainya.

“Setiap kali pak Jokowi menyampaikan atau menyinggung atau menarasikan hal-hal yang berkaitan riwayat pendidikan, atau ijazah, itu responsnya yang ter-capture dalam facenya, 56 persen ketika sedang menyampaikan ada tanda frustasi, ketegangan kognitif, aktivitas amigdala,” ujarnya.

“Sebanyak 44 persen emosi Jokowi dan menunjukkan ketidaknyamanan ketika ditanyai terkait ijazah. Sebanyak 36 persen Jokowi merasa ketidaknyamanan sosial, disonansi emosional ketika disinggung soal ijazah. Dan 40 persen menunjukkan Cognitive load, dominasi PFC,” sambungnya.

dr Tifa mulai memberikan kesaksian sekira pukul 10.30 WIB dan selesai memberikan kesaksian sekira pukul 13.30 WIB. Setelah sekira 3 jam memberikan kesaksian, dr Tifa keluar dari ruang sidang dengan penuh senyum.

Ia sempat menjumpai para pengunjung sidang yang menanti di luar. Dia juga meladeni permintaan untuk berfoto bersama dengan pengunjung persidangan. Kepada awak media, ia mengaku puas dengan kesaksian yang dia berikan dalam persidangan ini.

0 Komentar