DUNIA kriminal internasional dikejutkan dengan kabar tewasnya Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal dengan julukan “El Mencho”. Pemimpin kartel narkoba paling dicari di dunia ini dikonfirmasi tewas dalam operasi militer besar-besaran di negara bagian Jalisco, Meksiko, pada Minggu (22/2).
Kematian pria berusia 59 tahun ini menandai jatuhnya pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), sebuah organisasi yang dalam beberapa tahun terakhir telah menggeser dominasi Kartel Sinaloa milik Joaquin “El Chapo” Guzman. Jika El Chapo dikenal karena reputasi internasionalnya, El Mencho membangun “kerajaannya” melalui kekejaman ekstrem dan persenjataan tingkat militer.
Siapa El Mencho?
Lahir dengan nama Nemesio Oseguera Cervantes, ia adalah otak di balik pertumbuhan pesat CJNG selama 16 tahun terakhir. Di bawah kendalinya, kelompok ini bertransformasi dari organisasi kriminal lokal menjadi kelompok paramiliter yang menguasai jalur penyelundupan kokain, fentanyl, dan metamfetamin ke Amerika Serikat.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Saking berbahayanya, Pemerintah AS sempat menawarkan hadiah sebesar US$15 juta (sekitar Rp235 miliar) untuk penangkapannya. El Mencho tidak hanya dituduh meracuni jutaan orang dengan narkotika, tetapi juga menjadi dalang di balik berbagai upaya pembunuhan pejabat tinggi pemerintah Meksiko.
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyebut El Mencho sebagai salah satu penjahat paling bengis dalam sejarah modern.
“Ini adalah perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia,” tulis Landau melalui akun X miliknya.
Detik-Detik Operasi di Tapalpa
Operasi pelumpuhan El Mencho berlangsung sengit di Tapalpa, sebuah wilayah pegunungan yang terletak sekitar 80 mil dari Guadalajara. Pasukan khusus tentara dan Garda Nasional Meksiko, dengan dukungan intelijen dari otoritas Amerika Serikat, menyergap persembunyian sang gembong.
Dalam baku tembak tersebut, militer menghadapi perlawanan sengit. El Mencho dilaporkan tewas bersama enam anak buahnya. Pihak berwenang juga menyita senjata berat, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat terbang. Tiga personel militer terluka dalam insiden tersebut dan segera dievakuasi ke Mexico City.
Meksiko Membara Pasca-Kematian Sang Gembong
Kematian El Mencho segera memicu gelombang kekerasan sebagai aksi balas dendam dari para pengikutnya. Blokade jalan oleh kartel, yang dikenal sebagai “narco-blockades”, terjadi di setidaknya delapan negara bagian.
