Operasi Maut di Tapalpa Picu Reaksi Anarkis Pengikut El Mencho, Presiden Meksiko Imbau Warganya Tenang

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum
0 Komentar

PRESIDEN Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Himbauan itu menyusul pecahnya gelombang kekerasan pasca operasi militer yang menewaskan gembong narkoba paling dicari, Nemesio Oseguera alias “El Mencho”.

“Ada koordinasi mutlak dengan pemerintah di setiap negara bagian; kita harus tetap mendapat informasi dan tetap tenang,” tulis Sheinbaum melalui akun resminya di platform X pada Minggu (22/2).

Operasi Maut di Tapalpa

Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco New Generation (CJNG) yang dikenal sadis, tewas setelah terlibat baku tembak sengit dengan tentara di kota Tapalpa. Militer Meksiko melaporkan bahwa El Mencho terluka dalam bentrokan tersebut dan mengembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan udara menuju Mexico City.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Operasi ini bukan sekadar keberhasilan lokal. Pihak militer mengonfirmasi serangan tersebut dilakukan berdasarkan intelijen militer Meksiko yang didukung informasi tambahan dari otoritas Amerika Serikat. Sebagai catatan, Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan hadiah sebesar US$15 juta (sekitar Rp235 miliar) untuk kepala El Mencho.

Selain menewaskan sang gembong, operasi tersebut juga menewaskan enam orang yang diduga anggota kartel, sementara dua lainnya berhasil ditangkap. Di pihak militer, tiga tentara dilaporkan terluka. Petugas juga menyita berbagai senjata berat, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat dan menghancurkan kendaraan lapis baja.

Gelombang Pembalasan Kartel

Kematian El Mencho segera memicu reaksi anarkis dari para pengikutnya. Kelompok bersenjata melakukan aksi balasan dengan memblokade lebih dari 20 jalan raya di negara bagian Jalisco menggunakan mobil dan truk yang dibakar. Kerusuhan ini dengan cepat merambat ke wilayah Michoacan, Guanajuato, Puebla, hingga Sinaloa.

Dampaknya sangat dirasakan oleh warga sipil. Di Guadalajara, ibu kota Jalisco, jalanan tampak mati setelah toko, apotek, dan pom bensin memilih tutup. Bahkan, negara bagian yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia musim panas ini terpaksa membatalkan seluruh acara publik dan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Maria Medina, seorang karyawan toko yang bangunannya dibakar massa, menceritakan kengerian saat kelompok bersenjata menyerbu tempatnya bekerja.

0 Komentar