Heru menyarankan bahwa dampak kebijakan kerjasama dagang Indonesia-Amerika dan politik yang terafiliasi dalam work of peace tersebut, representasi komprehensif menyeluruh untuk kepentingan Indonesia dalam jangka panjang.
“Saya pikir hubungan kerjasama dan komunikasi Prabowo dengan masyarakat yang notabene mayoritas muslim sedunia ini bisa dikomunikasikan secara pelan-pelan, bertahap dan bagaimana layaknya mereka juga dilibatkan dalam ekosistem ekonomi politik dan bahkan kepentingan luar negeri Indonesia dengan Amerika. Perlu digarisbawahi bahwa Agreement on Reciprocal Tariff adalah blueprint Amerika untuk menopang ketahanan pangan dan energi Indonesia,” paparnya.
Bagi Heru, lawatan Prabowo ke Washington dan berhubungan kerja sama dagang dengan Amerika Serikat memberikan dampak aliran dolar begitu masif ke Indonesia yang menimbulkan reaksi positif terhadap perspektif atau indikator dikenai ekonomi nasional Indonesia.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Ia juga mendukung jika Indonesia melakukan hubungan diplomasi dengan Israel secara resmi. “Indonesia bersama Israel bergabung dalam Board of Peace. Prabowo sangat paham betul bagaimana harus mendekati Israel. Apalagi, Amerika Serikat memberikan porsi maksimal karena memang punya kepentingan terhadap geopolitik Indonesia dan resource sumber daya manusia,” ungkapnya.
Masyarakat Indonesia boleh bergemuruh, kata Heru, bagaimana upaya perdamaian yang melibatkan Israel, Amerika Serikat dan Indonesia dalam satu wadah Board of Peace. “Kita jangan lupa bahwa ada peran lebih strategis yang dibutuhkan. Bagaimana Indonesia sustainable ksecara ekonomi politik dalam peran internasional yang lebih memerlukan TNI dan komunitas global yang mengakui Indonesia betul-betul mempunyai peran politik canggih dan dinamis,” ujarnya.
Heru menekankan kembali dalam konteks kemerdekaan Palestina, Indonesia sebagai bagian dari Board of Peace ini mempunyai korelasi dan dampak positif nyata untuk mewujudkan kebebasan Palestina. “Seharusnya masyarakat Indonesia bangga sebagai mayoritas muslim membebaskan Palestina dengan cara bergabung di Board of Peace, notabene disana ada Israel,” kata Heru.
Menurutnya, Indonesia berada di antara negara Islam dan bangsa Arab di kawasan Timur Tengah menjadi pioner penyelesaian konflik Arab-Israel. “Perlu diingat, Amerika Serikat mempunyai privilege khusus di kawasan tersebut. Tata kelola daerah-daerah pendudukan dikendalikan Trump dan kabinet Trump. Ini menjadi keyakinan, Indonesia sangat dibutuhkan Amerika Serikat dalam Board of Peace. Tentunya, Palestina akan menerima niat baik Indonesia dalam perannya sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi International alias Stabilization Force (ISF),” papar Heru.
