Krisis Teheran-Washington, Kesepakatan Rahasia Iran-Rusia Senilai Rp9,9 Triliun Diteken di Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Reuters)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Reuters)
0 Komentar

IRAN dilaporkan telah menandatangani kesepakatan rahasia dengan Rusia untuk pembelian ribuan rudal canggih.

Dilansir dari Kyiv Independent, laporan ini diungkap oleh Financial Times (FT) pada Minggu (22/2), mengutip dokumen Rusia yang bocor dan sejumlah sumber yang mengetahui perjanjian tersebut.

Kesepakatan senilai 500 juta euro (Rp9,9 triliun) itu ditandatangani di Moskow pada Desember lalu.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Berdasarkan laporan FT, Rusia akan mengirimkan 500 unit peluncur Sistem Pertahanan Udara Portabel (MANPADS) “Verba” dan 2.500 rudal permukaan-ke-udara 9M336 kepada Iran dalam kurun waktu tiga tahun.

Kabar ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengancam Iran dengan kemungkinan tindakan militer.

Pembicaraan nuklir berikutnya antara Iran dan Rusia dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada 26 Februari.

Menurut FT, kesepakatan tersebut dinegosiasikan antara eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, dan perwakilan dari Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL).

Iran disebut secara resmi mengajukan permintaan sistem rudal itu pada Juli 2025, setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada Juni.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina pada Agustus melaporkan bahwa Iran meminta bantuan Belarus untuk memulihkan sistem pertahanan udara dan sistem kesejahteraan elektronik yang rusak setelah eskalasi dengan Israel.

Dalam perjanjian tersebut, Iran akan menerima pengiriman senjata dalam tiga tahap mulai 2027 hingga 2029, sesuai jadwal yang telah disepakati.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Hubungan militer Rusia dan Iran memang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Teheran diketahui memasok drone dan peralatan militer lainnya yang digunakan pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Terbaru, kedua negara juga menggelar latihan angkatan laut gabungan di Teluk Oman dan Samudra Hindia bagian utara pada 19 Februari.

Latihan ini berlangsung di tengah laporan bahwa Angkatan Bersenjata AS mengerahkan kapal perang di dekat Iran dan bersiap menghadapi kemungkinan serangan.

0 Komentar