GELOMBANG kekerasan melanda Meksiko menyusul tewasnya gembong narkoba paling dicari, Nemesio “El Mencho” Oseguera, dalam sebuah operasi militer pada Minggu (22/2). Dampaknya, sejumlah maskapai besar asal Amerika Serikat dan Kanada resmi membatalkan puluhan jadwal penerbangan ke beberapa wilayah di Meksiko demi keamanan.
Maskapai AS seperti Alaska, United, dan Southwest, bersama maskapai Kanada WestJet dan Air Canada, menghentikan layanan ke destinasi populer termasuk Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo. Langkah ini diambil setelah kerusuhan pecah di berbagai titik pasca-kematian pemimpin kartel tersebut.
Detik-detik Operasi Militer
Militer Meksiko mengonfirmasi El Mencho, pria berusia 59 tahun yang memimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), tewas setelah terlibat baku tembak sengit di Kota Tapalpa, negara bagian Jalisco. El Mencho sempat terluka parah dan dinyatakan meninggal saat dievakuasi melalui jalur udara menuju Mexico City.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Operasi ini dilakukan berdasarkan intelijen militer Meksiko yang didukung informasi dari otoritas Amerika Serikat. Sebagai informasi, AS sebelumnya telah menetapkan hadiah sebesar US$15 juta (sekitar Rp235 miliar) bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi terkait penangkapannya.
Selain El Mencho, enam orang yang diduga anggota kartel tewas dalam operasi tersebut, sementara tiga tentara dilaporkan terluka. Petugas juga menyita berbagai senjata berat, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat.
Kota Lumpuh Akibat Aksi Balasan
Kematian sang gembong memicu kemarahan para pengikutnya. Kelompok bersenjata memblokade lebih dari 20 ruas jalan di wilayah Jalisco Barat dengan membakar mobil dan truk. Kekerasan pun meluas ke negara bagian tetangga seperti Michoacan.
Di Guadalajara, suasana kota mencekam dengan jalanan yang kosong serta toko-toko yang tutup. Maria Medina, seorang pekerja pom bensin yang menjadi sasaran pembakaran, menceritakan kengerian yang dialaminya.
“Saya pikir mereka akan menculik kami. Saya lari ke kedai taco untuk berlindung bersama orang-orang di sana,” ujar Medina kepada AFP.
Menanggapi situasi ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengimbau warga untuk tetap tenang dan memastikan koordinasi penuh antara pemerintah pusat dan daerah. Negara Bagian Jalisco bahkan membatalkan seluruh acara publik dan meliburkan sekolah pada hari Senin.
