Permohonan Maaf Alumni LPDP Dwi Sasetyaningsih Usai Unggahan 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan'

Unggahan permohonan maaf Dwi Sasetyaningtyas di Instagram. (Instagram: @Sasetyaningtyas)
Unggahan permohonan maaf Dwi Sasetyaningtyas di Instagram. (Instagram: @Sasetyaningtyas)
0 Komentar

“Tapi saya sadar itu semua diluar kuasa saya. Mohon maaf lahir batin, Selamat menunaikan ibadah puasa ya warga!”

Derasnya sorotan yang muncul membuat Dwi Sasetyaningsih kembali membuat sebuah unggahan lewat akun Instagram miliknya. Dia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya.

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yangmemuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anaksaya jangan”, dengan ini saya menyampaikanpermohonan maaf secara terbuka kepada seluruhmasyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupuntidak nyaman atas pernyataan tersebut,” katanya.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Menurut dia, pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagaiWarga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisiyang dirasakan.

“Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebuttidak seharusnya disampaikan dengan cara yangberpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebihberkaitan dengan identitas kebangsaan yang kitajunjung bersama,” ujarnya.

Dia juga menyadari kalimat yang disampaikannya bisa dimaknai sebagai bentuk merendahkan bangsa Indonesia.

“Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi,” katanya.

Dwi mengaku menghargai atas ragam kritik dan masukan yang dialamatkan padanya. Dia menjadikan itu sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri.

“Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan. Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankanibadah sepenuh hati. Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya,” katanya.

0 Komentar