Pengerahan Personel Indonesia Gabung International Stabilization Force di Gaza Disetujui Palestina

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan video dari Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 202
Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan video dari Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026. (BPMI Setpres)
0 Komentar

MENTERI Luar Negeri Sugiono memastikan rencana pengerahan personel Indonesia untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza telah dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari pihak Palestina.

Menlu Sugiono mengatakan kehadiran Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) Ali Shaath dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington DC menjadi bukti bahwa pihak Palestina mengetahui dan memahami rencana tersebut.

“Pihak Palestina ada di sana, dan mereka sudah tahu, sudah paham. Kemudian kita juga sudah menyampaikan syarat nasional kita, jadi semuanya sudah terlibat,” kata Sugiono dalam keterangan video dari Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Menurut Menlu Sugiono, partisipasi Indonesia dalam ISF bertujuan mendukung upaya menjaga gencatan senjata dan menciptakan stabilitas keamanan di Gaza, sebagaimana diharapkan oleh otoritas administrasi Gaza.

“Gencatan senjata, kemudian penciptaan suasana yang aman dan stabil, baru tahap-tahap berikutnya bisa dilakukan,” ujarnya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa pengerahan awal personel Indonesia direncanakan di wilayah Rafah, Gaza selatan, sementara rincian teknis dan operasional masih dalam pembahasan.

Senada dengan itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan Indonesia telah melakukan konsultasi dengan pihak Palestina, termasuk melalui perwakilan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Terkait keterlibatan dengan ISF, kami juga berkonsultasi dengan pihak Palestina,” kata Nabyl, dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menambahkan personel Indonesia akan menjalankan tugas kemanusiaan, termasuk mendukung rekonstruksi infrastruktur, perlindungan warga sipil, dan layanan kesehatan.

Dalam pertemuan Dewan Perdamaian, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia mengirim hingga 8.000 personel untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di Gaza melalui mekanisme ISF.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Indonesia juga membuka kemungkinan penambahan jumlah personel sesuai kebutuhan di lapangan.

0 Komentar