PUTRI pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Kim Ju Ae, absen di Kongres Partai Buruh di tengah isu penobatan dirinya.
Korean Central News Agency (KCNA) pada Jumat (20/2) melaporkan Kongres Partai Buruh Korea telah resmi dimulai pada Jumat dengan dibuka langsung oleh Kim Jong Un. Namun demikian, tak ada sosok Kim Ju Ae dalam foto-foto yang dirilis media pemerintah Korut.
“Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa dibuka dengan megah di ibu kota revolusi Pyongyang,” demikian lapor KCNA, seperti dikutip Yonhap.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Kim Ju Ae tidak hadir dalam sesi pembukaan kongres yang digelar lima tahun sekali tersebut. Padahal, para analis telah memperkirakan kehadirannya di kongres ini akan menjadi sinyal suksesi yang jelas.
Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) baru-baru ini menyampaikan kepada parlemen bahwa Ju Ae tampaknya telah memasuki fase “penunjukan sebagai penerus” mengingat penampilannya di berbagai acara militer maupun luar negeri Kim Jong Un.
NIS meyakini Ju Ae akan dinobatkan secara resmi sebagai penerus Kim Jong Un dalam kongres akhir Februari ini.
Meski begitu, sejumlah pengamat telah menyatakan Ju Ae kemungkinan besar tak akan ditetapkan sebagai suksesor lantaran usianya masih belia. Ada juga pandangan bahwa Ju Ae kecil kemungkinan menjadi suksesor karena tak pernah ada sejarah pemimpin perempuan di Korea Utara.
Dalam Kongres Partai ini, Kim Jong Un sendiri banyak menyinggung soal pencapaian ekonomi Korut. Ia menyatakan ekonomi nasional telah mengatasi kesulitan dan meletakkan dasar bagi kemajuan negara.
Kim Jong Un juga tampaknya bicara tentang program nuklir Korea Utara. Ia berujar Korut telah memperkuat statusnya secara permanen, “yang membawa perubahan besar dalam tatanan politik global dan pengaruh terhadap negara kita.”
Inti dari Kongres Partai Buruh kali ini kemungkinan tentang strategi militer jalur ganda Korea Utara, yang telah diisyaratkan Kim selama berbulan-bulan. Saat inspeksi pada September, Kim mengumumkan rencana untuk “secara bersamaan mendorong pembangunan kekuatan nuklir dan angkatan bersenjata konvensional”.
