Bagaimana Perkara Penyelundupan Sabu Hampir 2 Ton yang Jerat ABK Fandi?

Penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1.995.130 gram atau hampir 2 ton di kapal Sea Dragon. (IST)
Penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1.995.130 gram atau hampir 2 ton di kapal Sea Dragon. (IST)
0 Komentar

Namun, dalam konferensi persnya, Hotman menyampaikan versi berbeda dari sudut pandang terdakwa. Ia menegaskan Fandi baru pertama kali bertemu dengan kapten kapal pada saat keberangkatan.

“Kaptennya pun baru kenal, dan narkobanya hampir 2 ton. Hampir 2 ton, jadi kalau itu mungkin cuma 1 kilogram, bisa dimaklumkan, ini hampir 2 ton. Jadi ini permainan kelas berat, bahkan kapalnya pun kapal berbendera Thailand, bukan Indonesia,” kata Hotman.

Hotman menjelaskan, Fandi pertama kali bertemu kapten bernama Hasiholan Samosir pada 1 Mei 2025 saat berangkat ke Thailand. Menurutnya, fakta tersebut penting untuk melihat posisi Fandi yang hanya sebagai ABK dan tidak memiliki kendali atas operasional kapal.

Kecurigaan Fandi

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Hotman juga mengungkapkan bahwa Fandi telah menunjukkan sikap curiga terhadap muatan yang diangkut kapal. Kecurigaan itu, menurutnya, bahkan telah disampaikan Fandi kepada kapten kapal dan sesama kru.

“Si Fandi ini bertanya kepada si kapten ‘itu apa?’ Dia agak-agak curiga. Ya dijawab bahwa itu adalah emas dan uang,” kata Hotman.

Keterangan tersebut, lanjut Hotman, disampaikan Fandi saat pemeriksaan di persidangan dan diakui oleh kapten. “Dan itu oleh si Fandi dijelaskan waktu pemeriksaan di persidangan, diakui oleh si kapten. Semua mengakui,” ujarnya.

Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh Ibu dari Fandi yang hadir dalam konferensi pers. Ia menyebut anaknya tidak hanya sekali mempertanyakan muatan tersebut.

Menurutnya, kecurigaan Fandi sudah muncul sejak malam hari. “Pada malam hari si Fandi bilang sama kawan-kawannya, ini barang apa ini, Bang, pasti bom ini. Masa tidak curiga, ini pasti bom. Mari kita tanya sama kapten,” katanya.

Keesokan paginya, Fandi kembali mendatangi kapten. “Paginya didatangi Fandi si kapten, ‘Kap, barang apa itu, Kap?’” ucap sang Ibu menirukan percakapan tersebut.

Kapten, menurut penuturan Ibu Fandi, kembali menegaskan muatan itu bukan barang berbahaya. “‘Ayo kita periksa,’ diajak Fandi. Kaptennya memeriksa. ‘Ayo kita periksa, Kap, barang itu, Kap.’ ‘Enggak, Ndi, itu uang sama emas,’ kata si kapten,” ujarnya.

0 Komentar