Hasil Autopsi: Luka Lebam hingga Bakar di Tubuh Bocah 12 Tahun di Sukabumi yang Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Kondisi NS saat masih hidup dan dibawa ke rumah sakit, tubuhnya penuh luka dan melepuh. (Instagram)
Kondisi NS saat masih hidup dan dibawa ke rumah sakit, tubuhnya penuh luka dan melepuh. (Instagram)
0 Komentar

NS (12) seorang laki-laki asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi tewas secara tragis. Ia meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam hingga bakar di tubuhnya.

Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik mengungkap adanya luka bakar di hampir seluruh bagian tubuh korban.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, menjelaskan proses autopsi dilakukan setelah pihaknya menerima jenazah dari Polres Sukabumi.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Kami dari RS Bhayangkara Tingkat II Kota Sukabumi menerima laporan dari Polres Sukabumi pada Kamis malam. Jenazah kami terima pada Jumat dini hari, dan hari ini dokter forensik melakukan autopsi,” kata Carles kepada awak media, Jumat (20/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka bakar pada sejumlah bagian tubuh korban. Luka terlihat pada anggota gerak, terutama kaki kiri, punggung, hingga area wajah.

“Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas,” ujarnya.

Ia menyebut, luka bakar tersebut tersebar di sekujur tubuh, termasuk lengan, kaki, paha, dan tangan. Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat tindak penganiayaan atau bukan.

“Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar,” ucapnya.

Meski terdapat luka bakar, tim forensik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Menurut Carles, luka-luka tersebut secara teori tidak serta-merta menyebabkan kematian.

“Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” katanya.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Autopsi dilakukan selama kurang lebih 2,5 hingga 3 jam. Tim forensik juga telah melakukan pemeriksaan organ dalam dan mengambil sampel untuk uji laboratorium lanjutan.

“Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diautopsi dan kami melakukan pemeriksaan laboratorium yang dikirim ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ,” jelasnya.

Organ yang diperiksa dan dikirim untuk pengujian antara lain jantung dan paru-paru. Pada pemeriksaan awal ditemukan adanya sedikit pembengkakan.

0 Komentar