Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers: Indonesia Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi International

Mayor Jenderal Jasper Jeffers (Dok.Tim Media Presiden)
Mayor Jenderal Jasper Jeffers (Dok.Tim Media Presiden)
0 Komentar

INDONESIA akan menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi International alias Stabilization Force (ISF).

Hal itu diumumkan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2) waktu setempat.

“Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” kata Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Jeffers mengatakan ke depan ISF akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan di Gaza, Palestina, demi kemakmuran masa depan dan perdamaian.

Ia menyebut ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza, sehingga memungkinkan pemerintahan sipil berjalan.

Jeffers juga menyebut ISF diberi mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan konfrontasi.

Dalam kesempatan itu, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mengirimkan personel TNI sebagai bagian dari ISF ke Jalur Gaza.

Dalam rapat perdana BoP itu, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia mendukung terwujudnya perdamaian dunia, khususnya di Gaza Palestina.

“Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil,” ucap Prabowo.

Ia juga kembali menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di BoP semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Ia menyatakan prinsip itulah yang senantiasa konsisten menjadi pegangan politik luar negeri Indonesia.

“Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis,” ucapnya.

Board of Peace adalah sebuah ikatan multilateral yang digagas Presiden AS Donald Trump untuk persoalan utama konflik Palestina-Israel. Dewan itu dibentuk secara resmi pada 22 Januari 2026 lalu di Davos, Swiss, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).

Organisasi ini dipimpin langsung Donald Trump sebagai Ketua (Chairman). Hingga Februari 2026 ini setidaknya sudah ada 26 negra yang bergabung dalam dewan itu di antaranya AS, Argentina, Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lain-lain.

Israel juga belakangan baru bergabung dalam organisasi yang digagas Trump tersebut.

0 Komentar