Ibu Fandi Ramadan di Depan Hotman Paris, Bantah Anaknya Terlibat Kasus 1.995.130 Gram Sabu

Hotman Paris menemui orang tua Fandi Ramadan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026).
Hotman Paris menemui orang tua Fandi Ramadan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026).
0 Komentar

ISAK tangis menyelimuti pertemuan pengacara Hotman Paris Hutapea dengan orang tua Fandi Ramadan, anak buah kapal (ABK) yang kini terancam hukuman mati karena diduga menyelundupkan sabu seberat 1.995.130 gram atau sekitar 2 ton di perairan Batam. Ibunda Fandi tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan nasib putranya.

“Harapan saya, anak saya mohon dibebaskanlah. Kepada Ibu Ketua Hakim, Bapak Jaksa, Bapak Presiden, tolonglah bantu anak saya. Anak saya tidak tahu barang itu apa isinya,” ujar ibunda Fandi, Nirwana (48), dalam Konferensi Pers bersama Hotman Paris, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026).

Nirwana menceritakan selama ini dia dan sang suami membesarkan Fandi dengan uang hasil bekerja sebagai nelayan. Dia memastikan tidak adanya keterlibatan sang anak dengan jaringan narkoba manapun. Dia pun mengaku tak tahu menahu soal muatan kapal di tempatnya bekerja.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Dibilangnya, ‘Kalau aku tahu ini ya Kap (Kapten), aku tak akan berani pergi. Mana mungkin aku mau,’ katanya. ‘Jadi kau harus bertanggung jawab Kap dengan diriku ini Kap. Sampai sejauh ini kalian bawa aku, aku nggak tahu menahu orang tuaku menyerahi sama kau Kap bagus-bagus Kap, ternyata kayak gini kau buat aku,’ kata anak saya,” ujar Nirwana.

Nirwana mengungkap sang anak merupakan tulang punggung sekaligus harapan bagi keluarga. Fandi kerap menyisihkan sebagian gajinya demi membantu membiayai kelima adiknya.

“Dialah harapan kami, dialah kebanggaan keluarga, dialah tulang punggung kami. Cita-citanya terlalu berat bapaknya, terlalu tinggi sama adeknya, bahkan adeknya pun ditanggunginya gaji dia pun 2,5 juta sebelum naik kapal Thailand ini pun dikirimnya sama saya untuk bantu adek-adeknya sekolah,” ujarnya.

Sebab itu, Nirwana mengaku tidak terima jika anaknya dituntut mati atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk menggantikan posisi sang anak di hadapan hukum.

“Saya tidak ikhlas anak saya dituntut mati. Karena dia tidak mengetahui itu barang, tidak terlibat jaringan narkoba. Saya tidak mau anak saya dihukum mati, biar saya yang gantinya! Saya ikhlas demi anak saya,” ucapnya dengan suara bergetar.

0 Komentar