Vladimir Putin Kecam Pembatasan Baru yang Diberlakukan Amerika Serikat Terhadap Kuba

Presiden Rusia Vladimir Putin. (AP/Alexander Kazakov)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (AP/Alexander Kazakov)
0 Komentar

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengecam pembatasan baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Kuba sebagai “tidak dapat diterima.” Hal ini ia ungkapkan saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di Kremlin, menurut laporan kantor berita negara Rusia.

“Ini adalah periode khusus, dengan sanksi baru,” kata Putin pada Rabu, menurut kantor berita milik negara Rusia, TASS seperti dikutip Al Jazeera. “Anda tahu bagaimana perasaan kami tentang ini. Kami tidak menerima hal seperti ini.”

Putin menekankan sifat “khusus” hubungan antara kedua negara, dengan mengatakan bahwa Rusia selalu “mendukung Kuba dalam perjuangan kemerdekaannya.”

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Kita tahu betapa sulitnya selama bertahun-tahun, selama beberapa dekade, selama kemerdekaan Kuba bagi rakyat Kuba dalam perjuangan mereka untuk hak hidup sesuai aturan mereka sendiri dan membela kepentingan nasional mereka,” katanya seperti dikutip Anadolu.

Setelah menghentikan pengiriman minyak dari Meksiko dan Venezuela ke Kuba dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam prosesnya, AS telah memberlakukan embargo bahan bakar terhadap Kuba, memperdalam krisis bahan bakar.

Washington juga telah mengumumkan niatnya untuk mengenakan bea impor proporsional pada barang-barang dari negara-negara yang berani memasok bahan bakar ke Kuba.

Kedutaan Besar Rusia di Havana mengumumkan pekan lalu bahwa Moskow akan segera memulai pengiriman minyak dan produk minyak bumi ke Kuba sebagai bantuan kemanusiaan.

Desak Amerika Serikat Bernegosiasi

Dalam pembicaraan terpisah dengan Rodriguez, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow mendesak AS untuk tidak memberlakukan blokade angkatan laut penuh di pulau itu, dan menganjurkan negosiasi sebagai gantinya.

Lavrov meminta Washington untuk “menunjukkan penilaian yang bijaksana dan pendekatan yang bertanggung jawab, dan menahan diri dari rencana untuk memberlakukan blokade angkatan laut” terhadap Kuba, menurut TASS.

Ia juga mengatakan Moskow “menolak” anggapan bahwa kerja sama antara Rusia dan Kuba dapat dianggap sebagai ancaman bagi AS atau negara lain.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Rodriguez menyatakan keprihatinannya atas tindakan Washington, yang menurutnya mengancam kedaulatan semua negara.

Kuba akan terus “bertekad untuk maju dalam melindungi kemerdekaan dan kedaulatannya”, dan mencari solusi untuk perekonomiannya, tambahnya, menurut TASS.

0 Komentar