Rapat Dewan Keamanan PBB, Indonesia Pertanyakan Komitmen Israel Soal Upaya Perdamaian Gaza

Menlu Sugiono menyampaikan pandangan saat menghadiri rapat Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB
Menlu Sugiono menyampaikan pandangan saat menghadiri rapat Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai situasi Timur Tengah, termasuk Palestina, di New York, Rabu (18/2/2026). (Kemlu)
0 Komentar

INDONESIA mempertanyakan komitmen Israel selama ini dalam upaya mencapai perdamaian dengan Palestina menyusul banyak pelanggaran yang dilakukan Negeri Zionis selama gencatan senjata berlangsung di Jalur Gaza.

Dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mempertanyakan keseriusan Israel mengupayakan perdamaian terutama melalui solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai dua negara yang berdaulat.

“Ya itu yang kita tanyakan (ke Israel) seberapa ingin sebenarnya perdamaian terjadi. Seberapa ingin mereka dengan solusi dua negara yang kita yakini merupakan satu-satunya solusi untuk bisa menyelesaikan situasi di sana,” kata Sugiono usai pertemuan berlangsung pada Rabu (18/2).

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Dan juga seberapa ingin mereka mengikuti aturan dan hukum internasional, piagam PBB, dan resolusi yang pernah dikeluarkan,” paparnya menambahkan ketika ditanya wartawan soal pandangan Indonesia terhadap komitmen Israel selama ini terkait upaya perdamaian.

Sugiono menuturkan dalam rapat DK PBB yang memang fokus membicarakan Palestina itu, Indonesia dan negara lain turut membahas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Gaza selama gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlangsung Oktober lalu hingga memakan korban jiwa.

Hal ini, tutur Sugiono, turut mengganggu progress gencatan senjata yang sedang berlangsung.

“Seperti kita ketahui bahwa sejak gencatan senjata terjadi, pelanggaran-pelanggaran yang memakan korban jiwa terus terjadi dan ini yang menjadi concern kita bahwa perdamaian kemudian gencatan senjata juga terjadi. Dan proses pembicaraan ke arah berikutnya, fase berikutnya itu seringkali digerogoti oleh hal-hal yang sifatnya pelanggaran terhadap kesepakatan itu. Itu yang tadi kita suarakan,” kata Sugiono.

Sugiono menuturkan rapat tersebut turut membahas situasi di Tepi Barat Palestina yang makin mengkhawatirkan.

Belakangan Israel terus menerapkan aturan sewenang-wenang terhadap wilayah Tepi Barat, terutama soal langkah keras Israel yang secara sepihak mendaftarkan wilayah pendudukannya di Tepi Barat sebagai “milik negara”.

Langkah seenaknya Israel itu muncul beberapa hari sebelum rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Donald Trump di Washington pada hari ini, Kamis (19/2).

0 Komentar