Nikolay Patrushev: Siap Gagalkan Upaya Barat Blokade Laut Moskow

Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolay Patrushev (Alexei Druzhinin/AFP melalui Getty Images)
Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolay Patrushev (Alexei Druzhinin/AFP melalui Getty Images)
0 Komentar

ANGKATAN Laut Rusia menyatakan siap menggagalkan setiap upaya negara-negara Barat yang berusaha memberlakukan blokade laut terhadap Moskow. Ancaman itu disampaikan Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolay Patrushev, yang juga menjabat penasihat Presiden Vladimir Putin.

Dalam wawancara dengan harian Rusia Argumenty i Fakty pada Selasa (17/2), Patrushev menuding penahanan kapal tanker Rusia oleh negara-negara Barat sebagai bentuk “perompakan” terbuka terhadap perdagangan Rusia.

Ia merujuk pada insiden pencegatan kapal tanker Grinch oleh Angkatan Laut Prancis di kawasan Mediterania pada 22 Januari, serta serangan Ukraina terhadap kapal tanker Rusia menggunakan drone laut. Menurut Patrushev, rangkaian tindakan tersebut menunjukkan eskalasi tekanan Barat terhadap jalur logistik dan energi Rusia.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Patrushev juga menyinggung pembahasan di Inggris dan sejumlah negara Eropa mengenai kemungkinan penahanan sistematis kapal-kapal yang diduga menjadi bagian dari “armada bayangan” Rusia untuk menghindari sanksi. Saat ini, lebih dari 600 kapal telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Jika Rusia tidak memberikan respons tegas, maka Inggris, Prancis, bahkan negara-negara Baltik akan semakin berani mencoba memblokade akses negara kita ke laut, setidaknya di kawasan Atlantik,” kata Patrushev.

Ia menegaskan, Moskow tengah menyiapkan langkah balasan melalui jalur politik, diplomatik, dan hukum internasional. Namun, Patrushev menambahkan, jika opsi tersebut gagal, Angkatan Laut Rusia siap menerobos setiap bentuk blokade laut yang diberlakukan.

Patrushev menekankan pentingnya kehadiran kekuatan Angkatan Laut Rusia yang signifikan di jalur pelayaran utama, termasuk di wilayah terpencil, guna melindungi ekspor strategis seperti minyak, gandum, dan pupuk.

Ia mengakui, saat ini AL Rusia beroperasi di bawah tekanan tinggi dan membutuhkan tambahan kapal untuk misi laut lepas dan samudra.

“Kebutuhan tersebut akan dimasukkan dalam program pembangunan kapal hingga 2050,” ujarnya.

Terkait situasi di Laut Baltik, Patrushev menilai NATO tengah membentuk pengelompokan multinasional yang berorientasi ofensif. Menurutnya, lautan kembali menjadi arena konfrontasi geopolitik, meski dominasi Barat di laut global tidak lagi sekuat sebelumnya.

0 Komentar