Penembakan di Rhode Island Saat Pertandingan Hoki SMA, Terungkap Sosok Pelaku dan Motifnya

Seorang penembak melepaskan banyak peluru selama pertandingan hoki pemuda Rhode Island, menewaskan dua orang d
Seorang penembak melepaskan banyak peluru selama pertandingan hoki SMA di Rhode Island, menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya.
0 Komentar

Kronologi Penembakan di Pertandingan Hoki SMA Amerika Serikat dan Motifnya

Pada Senin sore, sebuah pertandingan hoki SMA digelar di Dennis M. Lynch Arena, Pawtucket, Rhode Island. Pertandingan ini seharusnya menjadi perayaan “senior night” bagi tim Blackstone Valley Schools namun berubah menjadi tragedi.

Keluarga Dorgan hadir untuk mendukung Colin Dorgan yang sedang bermain. Di tribun penonton, Michael Black, 58 tahun, duduk bersama istrinya dan teman-temannya ketika ia mendengar dua suara letupan yang awalnya ia kira balon meletus, lalu terdengar letupan ketiga.

Ia kemudian melihat seorang pria mengarahkan pistol ke arah penonton baris kedua dan langsung berteriak kepada istrinya untuk berlari. Tanpa ragu, Black menerjang pelaku dan berusaha merebut senjatanya.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Yang saya lihat hanyalah orang ini menodongkan pistol ke orang-orang di baris kedua,” kata Black dikutip NBC News.

Tangan kirinya tersangkut di bagian atas pistol (slide) sehingga senjata itu tidak bisa ditembakkan. Dalam pergumulan itu, beberapa penonton lain ikut membantu menjatuhkan dan menahan pelaku.

Polisi kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai Robert Dorgan (56), yang juga dikenal dengan nama Roberta Esposito. Ia menembak mati mantan istrinya, Rhonda Dorgan dan putra mereka, Aidan Dorgan, yang saat itu berada di tribun.

Tiga orang lainnya yakni orang tua Rhonda dan seorang teman keluarga, Thomas Geruso, wakil kepala sekolah di Charles E. Shea High School, mengalami luka kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

“Mereka semua berada di acara untuk putra remaja mereka yang bermain hoki. Itu adalah malam perpisahan mereka. Tidak ada harapan atau indikasi apa pun bahwa akan ada kekerasan kemarin di arena,” ungkap Tina Goncalves, pelaksana tugas direktur keamanan publik dan kepala polisi di Pawtucket dikutip CBS News.

Saat berhasil dijatuhkan, Dorgan sempat mengeluarkan pistol kedua dari jaketnya dan akhirnya menembak dirinya sendiri di tempat kejadian.

Kepala Kepolisian Pawtucket, Tina Goncalves, menyatakan bahwa aksi cepat para penonton kemungkinan besar menyelamatkan lebih banyak nyawa. Menurut penyelidikan awal, serangan itu tampaknya menargetkan anggota keluarga, namun motif pastinya masih diselidiki.

0 Komentar