SEBUAH penembakan terjadi pada Senin (16/2/2026) sore di Dennis M. Lynch Arena, Pawtucket, Rhode Island, saat pertandingan hoki SMA yang digelar untuk merayakan “senior night.” Berikut kronologi lengkapnya.
Seorang pria berusia 56 tahun bernama Robert Dorgan diidentifikasi sebagai pelaku dalam aksi yang menewaskan mantan istrinya, Rhonda Dorgan (52), dan putra mereka, Aidan Dorgan (23), serta melukai tiga orang lainnya, termasuk orang tua Rhonda dan seorang teman keluarga.
Sosok Robert Dorgan Pelaku Penembakan di Rhode Island
Robert Dorgan – yang juga menggunakan nama Roberta Esposito dan Roberta Dorgan – ditemukan tewas di dalam Dennis M Lynch Arena di Pawtucket. Ia diduga menembak dirinya sendiri setelah melakukan penembakan, yang menurut polisi, direncanakan.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Mantan istrinya, Rhonda Dorgan, dan putra mereka, Aidan Dorgan, meninggal dunia. Ibu dan ayah Rhonda bersama seorang teman keluarga mengalami luka-luka. Ketiganya dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Polisi belum mengungkapkan motifnya, tetapi mengatakan bahwa kejadian tersebut tampaknya merupakan perselisihan keluarga.
Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Rhonda Dorgan mengajukan gugatan cerai terhadap Robert Dorgan (56) pada Februari 2020.
Dalam petisinya ia menuliskan “operasi pergantian jenis kelamin, sifat narsistik + gangguan kepribadian” sebagai alasan perceraian mereka. Kata-kata tersebut tampaknya dicoret dan diganti dengan “perbedaan yang tidak dapat didamaikan”.
Pada bulan yang sama, pelaku penembakan mengajukan laporan polisi dan meminta pihak berwenang menuntut ayah mertuanya, dengan tuduhan bahwa ia telah mengancam akan membunuh Dorgan.
Ayah mertua Dorgan diduga menggunakan istilah yang merendahkan terhadap orang transgender, dan polisi sempat mengajukan dakwaan pidana terhadapnya yang kemudian dibatalkan.
Kepala polisi mengatakan petugas sedang menelusuri ribuan unggahan media sosial milik tersangka, tetapi menambahkan bahwa identitas gender Dorgan “tidak relevan dengan penyelidikan pada saat ini”.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Yang bisa saya sampaikan adalah identitasnya atas nama Robert dan kami juga mengetahui bahwa tersangka menggunakan nama Roberta,” kata Goncalves pada hari Selasa.
“Tampaknya tersangka mengenakan pakaian perempuan kemarin, tetapi sekali lagi, itu tidak memengaruhi penyelidikan,” ujarnya, dikutip BBC.
