Penasihat Donald Trump Yakin 90 Persen Aksi Militer Amerika Serikat dalam Beberapa Pekan Mendatang

Dalam foto selebaran ini diperoleh dari AS. Departemen Pertahanan, kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincol
Dalam foto selebaran ini diperoleh dari AS. Departemen Pertahanan, kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke USS Frank E. Petersen Jr. (DDG 121) berlayar di Laut Arab, 6 Februari 2026. Menurut pemerintah AS, Abraham Lincoln Carrier Strike Group dikerahkan ke area operasi Armada ke-5 AS untuk mendukung keamanan dan stabilitas maritim di Timur Tengah. Penyebaran ke wilayah tersebut terjadi ketika AS terus menekan Iran atas program nuklirnya dan tanggapannya terhadap protes anti-pemerintah baru-baru ini. (Mass Communication Specialist 1st Class Jesse Monford/U.S. Navy via Getty Images)
0 Komentar

Laporan itu mengutip seorang pejabat senior AS yang meminta namanya dirahasiakan, bahwa Pentagon meningkatkan status siaga pesawat pembom itu hampir sebulan lalu.

Pesawat-pesawat yang berbasis di AS itu dapat digunakan untuk kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir atau rudal balistik Iran jika upaya diplomasi gagal.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa AS bisa menyerang Iran jika negara itu menolak untuk membatasi program nuklirnya.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Namun pejabat keamanan nasional senior AS dilaporkan mendorong Trump agar menunda tindakan militer hingga pasukan AS di wilayah itu lebih siap dalam hal penyerangan dan pertahanan.

Sekitar 30 ribu hingga 40 ribu tentara Amerika yang tersebar di Timur Tengah, termasuk di delapan pangkalan permanen, disebut kekurangan sistem pertahanan udara untuk melindungi mereka dari kemungkinan serangan balasan.

Washington juga telah memperluas kehadiran angkatan lautnya di kawasan. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal pengawal berpeluru kendali Tomahawk menjadi bagian dari kelompok sekitar selusin kapal AS yang dikerahkan di Laut Arab, Teluk Persia, Laut Merah, dan timur Laut Mediterania untuk memperkuat postur militer di tengah ketegangan yang meningkat.

Jenis pesawat tempur terbaru yang dikerahkan termasuk jet F-35 dan F/A-18 yang mampu mencapai jarak serang di dalam wilayah Iran. AS juga telah mengirim lebih banyak jet serang F-15E ke kawasan tersebut, menurut pejabat AS.

Sementara itu, analis militer menyatakan bahwa persiapan untuk operasi besar sering kali ditandai dengan peningkatan jumlah pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara serta pesawat perang elektronik yang mengawal pesawat pembom.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan langkah pemindahan tambahan pesawat, termasuk tanker dan pesawat pengintai, bergerak lebih dekat atau memasuki kawasan tersebut.

Selain itu, analis mengatakan bahwa pemindahan kapal selam rudal balistik yang biasanya beroperasi di Laut Mediterania ke Laut Merah atau Laut Arab bisa menjadi indikator perencanaan ofensif. Kapal selam tersebut mampu membawa banyak rudal jelajah Tomahawk yang dapat meningkatkan kapasitas serangan AS jika diperlukan.

0 Komentar