Situs berita Israel Walla mengutip pernyataan Mayor Jenderal Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer Israel, yang mengatakan “Kita lebih dekat dari sebelumnya dengan tindakan militer AS terhadap Iran.”
Di sisi lain, Teheran mengumumkan latihan militer bersama antara angkatan laut Iran dan Rusia pada Kamis besok di Laut Oman dan wilayah utara Samudra Hindia.
Juru bicara pemerintah Iran Fatima Mahjarani hari ini mengatakan bahwa negaranya mengikuti jalur negosiasi dan kesiapan pertahanan secara paralel untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Dia menganggap negosiasi dan kesiapan pertahanan sebagai dua strategi yang saling melengkapi untuk menjaga kepentingan negara, menjaga keamanan nasional, dan memperkuat kohesi sosial, dan keduanya harus dilakukan secara bersamaan.
Putaran kedua negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung kemarin, Selasa, di Jenewa. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati prinsip-prinsip bersama yang akan menjadi dasar untuk menyusun teks perjanjian yang mungkin akan disepakati.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, mengatakan bahwa negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran di Jenewa telah mencapai kemajuan yang baik, dan Amerika Serikat serta Iran telah meninggalkan negosiasi Jenewa dengan langkah-langkah yang jelas sebelum pertemuan berikutnya.
Di Amerika, Wakil Presiden Amerika Serikat untuk Fox News, J D Vance, mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik dalam beberapa hal.
Vance menambahkan, Iran belum siap untuk mengakui beberapa garis merah yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sambil menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat ingin menemukan solusi, baik itu melalui diplomasi atau pilihan lain.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, dengan tegas memperingatkan terhadap kemungkinan perang lain yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan BBC di Tehran, dikutip Ahad (15/2/2026) Majid Takht-Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, mengatakan bola ada di tangan Amerika untuk membuktikan bahwa mereka ingin mencapai kesepakatan. “Jika mereka tulus, saya yakin kita akan berada di jalan menuju kesepakatan.”
