Kasus Kematian Santri di Wonogiri Ditemukan Kejanggalan Polisi Bongkar Makam

Polisi dan tim medis saat melakukan ekshumasi malam santri berinisial DRP (11), di Desa Conto, Kecamatan Buluk
Polisi dan tim medis saat melakukan ekshumasi malam santri berinisial DRP (11), di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Selasa (17/2/2026). (Foto: Dok. Humas Polres Wonogiri)
0 Komentar

SAT Reskrim Polres Wonogiri, mendalami kasus kematian salah seorang santri berinisial DRP (11). Korban ditemukan meninggal dunia di lingkungan Pondok Pesantren di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mengatakan korban meninggal dunia pada Sabtu (14/2). Orang tua korban kemudian membuat laporan polisi pada Minggu (15/2) terkait informasi dari sejumlah pihak yang menyatakan kondisi jenazah korban sebelum dimakamkan yang dinilai tidak wajar.

“Dari keterangan keluarga, korban dimakamkan pada Sabtu malam atas kesepakatan keluarga. Namun setelah ayah korban tiba dari perantauan pada Minggu pagi, ia memperoleh informasi bahwa sebelum dimakamkan jenazah sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut serta terdapat bercak darah pada peti jenazah,” kata Anom dalam siaran pers, Selasa (17/2).

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Merasa ada hal yang perlu dipastikan, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Penyelidikan kini dilakukan oleh jajaran Polres Wonogiri bersama Polsek Bulukerto guna memastikan penyebab kematian korban secara jelas dan berdasarkan fakta hukum.

“Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara serius. Saat ini Satreskrim bersama Polsek Bulukerto sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan yang sah,” ujarnya.

Lakukan Ekshumasi

Polisi bersama tim medis kemudian melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) untuk kepentingan penyelidikan. Ekshumasi dilakukan hari ini sekira pukul 13.30 WIB di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto.

“Pemeriksaan selesai sekitar pukul 16.00 WIB, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman serta kondusif,” ujarnya.

Ekshumasi melibatkan Tim Inafis Polda Jateng, Tim Inafis Polres Wonogiri, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Jateng yang dipimpin dr. Dian Novitasari. Turut hadir unsur Forkopimcam Bulukerto, pemerintah desa, serta tenaga kesehatan setempat.

“Ekshumasi ini kami lakukan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif melalui pemeriksaan forensik. Kami bekerja sesuai prosedur dan melibatkan tim yang kompeten,” terangnya.

Anom mengatakan, polisi akan melakukan proses penyelidikan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan prosesnya kepada kepolisian. Perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan secara resmi,” pungkasnya.

0 Komentar