Rhode Island Horor: Ayah Tembak Istri dan Anak di Arena Hoki, 3 Tewas di Pertandingan Hoki Remaja

Kolase gambar insiden penembakan brutal terjadi di dalam arena hoki, yang mengakibatkan tiga orang tewas, term
Kolase gambar insiden penembakan brutal terjadi di dalam arena hoki, yang mengakibatkan tiga orang tewas, termasuk pelaku penembakan. 
0 Komentar

SUASANA keceriaan di pertandingan hoki remaja di Rhode Island berubah menjadi horor pada hari Senin (16/2/2026) waktu setempat. Sebuah insiden penembakan brutal terjadi di dalam arena, yang mengakibatkan tiga orang tewas, termasuk pelaku penembakan.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa penembakan ini terjadi di tengah kerumunan penonton dan pemain yang sebagian besar adalah pelajar. Kepala Polisi Pawtucket, Tina Goncalves, dalam konferensi persnya menyatakan bahwa selain korban tewas, terdapat tiga orang lainnya yang saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri (bunuh diri) setelah melancarkan aksinya. Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden ini tampaknya bukan merupakan serangan terorisme acak, melainkan peristiwa yang ditargetkan secara khusus. Meski begitu, identitas pelaku maupun usia para korban belum dirilis secara detail untuk menghormati proses penyidikan.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Muncul indikasi bahwa ini adalah kejadian terencana yang kemungkinan besar dipicu oleh perselisihan internal keluarga,” ujar Goncalves.

Kejadian ini berlangsung di dalam Arena Dennis M Lynch di Pawtucket, sebuah kota yang terletak hanya beberapa mil dari Providence. Tim penyidik kini sedang bekerja keras mengumpulkan potongan bukti dan memeriksa saksi mata yang berada di lokasi. Polisi juga tengah meninjau rekaman video pertandingan untuk melihat kronologi pasti saat letusan senjata pertama kali terdengar.

Sementara NY Post melaporkan Seorang wanita yang mengaku sebagai putri kandung pelaku memberikan kesaksian emosional sesaat setelah keluar dari markas Kepolisian Pawtucket. Dengan suara bergetar, ia mengonfirmasi bahwa pria yang melepaskan tembakan tersebut adalah ayahnya sendiri.

Wanita yang memilih untuk merahasiakan identitasnya tersebut tampak sangat terpukul saat memberikan keterangan singkat kepada awak media. Didampingi oleh seorang pria dan seorang anak kecil, ia membenarkan bahwa insiden berdarah yang terjadi p berakar dari konflik internal keluarga yang tragis.

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa ayahnya telah lama berjuang melawan gangguan kesehatan mental yang serius. “Ayah saya memiliki masalah kesehatan mental,” ujarnya singkat sambil bergegas meninggalkan kantor polisi. Ia menambahkan bahwa kondisi psikologis ayahnya memang “sangat sakit” dalam beberapa waktu terakhir, meskipun ia tidak merinci diagnosis medis spesifik yang diderita sang ayah.

0 Komentar