Meskipun AS telah menyiapkan opsi serangan terhadap markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan instalasi nuklir, sekutu-sekutu Arab di Teluk Persia menyatakan keberatan. Diplomat regional menyebutkan bahwa hampir semua negara tetangga menolak opsi serangan militer karena khawatir akan destabilisasi kawasan secara total. Hanya Israel yang sejauh ini dilaporkan mendesak AS untuk melakukan serangan.
Di sisi lain, Iran merespons tekanan ini dengan menggelar latihan militer udara, laut, dan darat. Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, memberikan peringatan keras kepada Trump.
“Trump harus tahu bahwa dia akan memasuki konfrontasi yang memberikan pelajaran keras, yang hasilnya akan memastikan dia tidak lagi menebar ancaman di seluruh dunia,” lapor media pemerintah Press TV.
