Wawancara dengan Media Inggris, Wakil Menteri Luar Negeri Iran: Kemungkinan Perang Lain Amerika Serikat

Majid Takht-Ravanchi
Majid Takht-Ravanchi
0 Komentar

Takht-Ravanchi juga mempertanyakan penumpukan militer AS di kawasan tersebut, memperingatkan bahwa perang lain akan traumatis, buruk bagi semua orang, semua orang akan menderita, terutama mereka yang memulai agresi ini.

Dia menambahkan, “Jika kami merasa ini adalah ancaman eksistensial, kami akan merespons sesuai dengan itu.”

“Tidak bijaksana untuk bahkan memikirkan skenario yang sangat berbahaya ini karena seluruh kawasan akan menjadi kacau.”

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Iran telah berulang kali menegaskan bahwa pangkalan militer AS di kawasan tersebut akan dianggap sebagai sasaran yang sah.

Ketika ditanya tentang lebih dari 40 ribu tentara AS yang kini ditempatkan di kawasan tersebut, Takht-Ravanchi menjawab, “Ini akan menjadi permainan yang berbeda”.

Pejabat senior Iran telah terlibat dalam pembicaraan intensif dengan rekan-rekan mereka di seluruh kawasan, yang pada gilirannya telah menghubungi Presiden Trump tentang urgensi menghindari perang yang akan memiliki dampak yang luas.

“Kami melihat kesepakatan hampir bulat di kawasan ini untuk menghindari perang,” kata Takht-Ravanchi.

“Kami berharap dapat melakukannya melalui diplomasi, meskipun kami tidak bisa 100% yakin,” ujarnya, menambahkan Iran harus “tetap waspada agar tidak terkejut”.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin, tetapi pihak lain juga harus membuktikan bahwa mereka juga tulus,” katanya.

Sementara itu, Presiden Donald Trump pada Jumat (13/2/2026) mengatakan Amerika Serikat siap mengerahkan “kekuatan yang sangat besar” jika negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran gagal.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Trump kepada para wartawan ketika ditanya mengapa ia memutuskan untuk mengirim kapal induk kedua ke kawasan tersebut.

“Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba … Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” tambahnya.

Pernyataannya Trump mengenai pengiriman kapal tersebut muncul setelah media lokal melaporkan bahwa AS akan mengirimkan USS Gerald R Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.

0 Komentar